Ganti processor PLC-5/25 Redundant ke PLC-5/40 Redundant, PLC Shutdown System


Bismillah

Nah lanjutan dari posting sebelumnya dimana saat SIMOPS kemarin, juare97 cukup sibuk di pekerjaan PLC Shutdown system. Sistem ini menggunakan Allen Bradley PLC-5. Umurnya memang sudah tua sih. Sudah ada rencana mau diganti kalau budget tahun depan disetujui.

Kembali lagi ..

Sebelum listrik mati, juare97 bersama rekan E&C dan vendornya serta rekan Field Maint. sedang melakukan penggantian module I/O bbrp buah, satu module power supply (1771-P7) dan satu module Remote IO Adapter (1771-ASB) serta penambahan 1 buah module I/O.
Jadi pekerjaan Maintenance dan E&C dilakukan bersamaan.

Nah setelah selesai pekerjaan ganti dan tambah module ini, juare97 berdiskusi dengan rekan field maint. bagaimana cara mengetes switching PLC Primary ke PLC Secondary (Standby). juare97 belum pernah coba soalnya. Jadi pengen tahu. Dulu-dulu  tidak dapat kesempatan karena rata-rata pada enggan melakukan. Wajar karena barang tua dan spare module terbatas. Tapi walaupun sudah tua, kami akui kalau PLC-5 ini tahan banting alias awet.

Bbrp Module yang diganti

Bbrp Module yang diganti

Nah disaat diskusi, kalau matikan power ditakutkan nanti ada module yang rusak tidak bisa hidup lagi mengingat modulenya sudah cukup tua. Walaupun awet, cukup riskan juga kalau sempat kejadian.
Tiba-tiba listrik padam sehingga mengakibatkan power ke PLC ini hilang termasuk DCS. Untungnya ketika power kembali, PLC ini normal-normal saja tidak ada module yang rusak. Untuk yang DCS sudah diceritakan di artikel sebelumnya.

Sempat juare97 protes ke rekan ME Electrical Eng. kenapa dia nggak kasih aba-aba kalau ada pekerjaan switching UPS.  Soalnya memang ada skenario pekerjaan ini dan ada potensi gagal.

Eh ternyata juare97 salah duga, mereka belum ada pekerjaan di UPS. Ada rekan mechanical yang tes cooler compressor, tapi genset cadangan tidak kuat dan ternyata UPS existing juga tidak berfungsi normal. Memang UPS ini mau diganti sih pada aktifitas SIMOPS ini. Kebetulan gensetnya sudah loyo juga yah apes jadinya. Untung saja tidak ada module PLC-5 yang rusak. Soalnya PLC-5 ini sudah obsolete, tidak diproduksi lagi sehingga spare partnya susah didapat (biasanya vendor lokal cari stock dari negara lain, bahkan ada module yang sama sekali tidak dijual lagi di dunia ini – udah kelamaan obsoletenya).

Nah pas power kembali normal, ternyata PLC nya switching ke Secondary. Jadi secara tidak langsung kejawab keinginan juare97 untuk tes switching PLC-5 Redundant. hehehe…

Setelah itu, rekan E&C melanjutkan pekerjaan reprogramming penambahan I/O dan logic. Pekerjaan ini cukup online changes (online download) saja biar terjamin tidak ada perubahan di existing program. Nah pas ada penambahan Jumlah Word dari Address Integer dan Bit, diperlukan offline download.

Iseng-iseng juare97 minta dicekkan berapa free memory size dari PLC-5/25 yang terpasang ini. Alamak sisanya tinggal 2% saja. sedikit sekali….
langsung juare97 minta tolong ke rekan field maint. untuk dicarikan processor lain yang lebih tinggi yaitu PLC-5/40 (L40).
Akhirnya setelah rekan2 kasak-kusuk cari sana sini dan minta tolong ke rekan field maint. area lain dapat lah sepasang processor L40 spare ex-used yang mirip2 series dan revisinya beserta umurnya. Padahal rekan field maint. area lain ini sudah siap2 mau pulang dan sepedaan. Alhamdulillah bisa langsung dikirim ke lokasi setelah diminta langsung Atasan lokasi field maint. ini. Atasan ini mantan bosnya.:)

Setelah barangnya tiba, langsung kami cek dan pasang setelah sebelumnya sempat kasak kusuk juga cari battery processor yang masih bagus. Untung dapat juga sepasang. Soalnya tanpa battery, PLC ketika lost power akan kehilangan programnya. bakal menyulitkan dikemudian hari kalau hilang harus offline download. kebayang kan kalau kejadian malam2 black out dan lost power, disuruh datang untuk download program. mana plant ini jauh dari camp.

Untuk penggantian Processor dari PLC-5/25 ke PLC-5/40, juare97 pernah dua kali pengalaman ganti di PLC-5 SOLAR TURBINES TurboTronics 2. Jadi pede saja gantinya dan Alhamdulillah bisa mulus pas penggantian. Hanya satu trik yaitu AUTO Config di bagian Configure Channel Configuration and set as Remote IO Scanner di Channel 1B. (Kalau di PLC Solar Turbines masih ada trik lain yang dibutuhkan).

Setelah penggantian dan power up, Sistem kembali bekerja. Free memory jadi 69%, speed komunikasi dan saat saving filenya jadi jauh lebih cepat.
Trus iseng tes switching dengan memposisikan key switch PLC Primary ke PROG, PLC Secondary langsung ambil alih. Dan tes lagi, bisa switching lagi. Jadi nggak perlu tes dengan matikan power PLC Primary buat pindah.

PLC-5/40 Redundant

PLC-5/40 Redundant

Setelah itu tes bbrp I/O oleh kami dan tim E&C. Semua normal, bisa bekerja. Jadi kami anggap pekerjaan selesai dengan baik.

Eh, besoknya saat start up ditemukan ada masalah di bbrp field device output (solenoid valve) tapi sejauh ini dugaannya bukan karena aktifitas kami. masih perlu pengecekan dan pengetesan lebih lanjut.

Demikian sharingnya.
Agak panjang dikit mirip novel ….😉

Artikel PLC / HMI lainnya:
https://juare97.wordpress.com/plc-hmi/

_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

Power off DCS Yokogawa CS3000 R3, pengalaman kedua lihat DCS Plant mati powernya


Bismillah

di artikel ini juare97 ingin share kejadian hari kemarin dimana kami mengalami kejadian power failure sehingga DCS Yokogawa CENTUM CS3000 R3 di plant kami mati sekitar 2 menitan. Hal ini di luar skenario aktifitas SIMOPS (SIMultaneous OPerationS) yang sedang dilakukan. Skenarionya tidak ada power failure.

Akibat dari DCS mati power ini maka semua Controller PID menjadi MANUAL dan ada perhitungan Flow (kalkulasi AGA dgn SEBOL) menjadi STOP.

Karena saat itu SIMOPS dan Plant sudah dalam kondisi SHUTDOWN sehingga tidak ada yang mengecek lebih lanjut. Operator tidak melakukan pengecekan dan Juare97 hanya cek status Healthy FCS dan Module IOnya. Nah baru ketahuan satu hari kemudian setelah plant di coba START UP, bbrp controller PID di mode MANUAL.

Ada aktifitas sebelumnya di plant area lain, dimana power mati kira-kira 1 detik dan tidak ada perubahan di Controller PID. Makanya juare97 tidak berfikir Controller akan berubah MODE pada kejadian berikutnya.

Ini pengalaman kedua lihat DCS Plant mati power dan yang ini durasinya lebih panjang. Dulu saat aktifitas sebelumnya sempat teman kasih info hati-hati dengan Controller PID ini jika listrik mati maka berubah ke MANUAL semua, tapi karena dari pengalaman pertama aman-aman saja dimana Controller PID tidak berubah makanya tidak kepikiran lagi di kejadian kedua ini. Apalagi ditambah ada pekerjaan lain yang critical di PLC Shutdown System.

Juare97 hanya cek Kondisi Healthy FCS dan Module IO. Aman…. hijau semua…:)
eh ternyata ….  ada yang kelewat … tapi ini pengalaman buat juare97 khususnya dan rekan2 lain….
jarang-jarang lihat DCS Plant mati powernya selama 8 tahun bekerja. Ada simulator tapi jarang pegang karena ada kesibukan.

Setelah diskusi dengan rekan tsb mungkin yang membedakan adalah durasinya.
Infonya ada manual yang menyatakan lebih dari 2 detik maka Controller PID menjadi MANUAL.
juare97 sendiri belum sempat lihat manualnya. Mungkin perlu ditanyakan lebih lanjut ke YIN (Yokogawa Indonesia)

Untungnya juare97 sempat save tuning parameter dan backup project bbrp hari sebelumnya dan sempat kepikir jika diperlukan bisa diambil file Tuning Datanya untuk mengetahui Controller PID posisinya apa saja, AUTO atau MANUAL.
Walau agak telat, data ini akhirnya diminta dishare ke Operator untuk pengecekan lebih lanjut siapa tahu masih ada yang terlewat walau saat ini plant sudah NORMAL.

Demikian sharingnya. semoga bermanfaat buat yang mmebutuhkan.

buat rekan2 yang ada pengalaman lain silahkan share infonya yah.

Switch Power DCS Yokogawa CS3000 R3


Bismillah

sharing …

Beberapa hari yang lalu di salah satu plant, kami mempunyai kegiatan pemindahan supply power dari UPS A ke UPS B sehingga supply power ke DCS Yokogawa kami terganggu. Di bawah adalah video FCS detik-detik pemindahannya.

DCS sempat mati kira-kira sedetik dan langsung hidup kembali setelah mendapat power.
Selain itu komputer EWS dan HIS ikut mati juga karena supplynya dari UPS yang sama. Sempat ada LCD Monitor yang rusak. Tapi kerusakan ini umum karena sudah umur juga. Jadi sebaiknya jika ada kegiatan yang sama di masa yang akan datang, komputer EWS dan HISnya dimatikan saja manual biar matinya sempurna. Controller seperti PIC, LIC dan lainnya tidak ada yang berubah modenya.

Tentunya saat kegiatan ini semua Control Valve yang dikontrol oleh DCS dipindahkan ke Lokal Controller. Kebetulan bbrp puluh tahun yang lalu sudah pernah dipersiapkan jadi eksekusi bisa cepat dikerjakan. Untuk yang tidak ada, operator harus standby terutama kalau control valve itu critical jika ada upset di proses.

Demikian sharingnya.

Ditulis dalam DCS. 2 Comments »

Belajar wirausaha kue pie susu citra gran cibubur


Bismillah

 

Pie Susu Cibubur Citra Gran - Bunda Oelie

Pie Susu Cibubur Citra Gran – Bunda Oelie

Sharing kali ini agak berbeda. Agak berbau promosi. Hihihi…

Karena istri di rumah dan hobi bikin kue dan sekalian belajar wira usaha maka juare97 support lah. Minimal kalau nanti harga minyak anjlok trus dan juare97 kena pensiun dini, masih ada usaha lain yaitu bantu istri memasarkan.😉
Smoga tidak yah teman2 …:)

Saat ini karena masih belajar. Kue pie susu yang dijual berdasarkan pesanan saja dari tetangga dekat rumah atau kenalan istri. Sebetulnya mau diseriusin sih cuman karena masih takut anak keteteran sekolahnya yah dibawa santai saja dulu. Anak masih diantar jemput sama istri atau bersama saya (pas fieldbreak)

Yang kurang sekarang adalah buat box kertasnya dan urus ijin prt.
InsyaAllah mungkin kapan-kapan diurus. Sementara ini masih pakai box plastik kue yang biasa.

Selain itu kami juga jualan bakso per kilo, rendang, kue risoles frozen/sdh digoreng dan pernah juga melayani katering. Cuman bisnis katering capek sekali. Bisa sampai dinihari bangun. Dan ajak sodara2 istri datang bantuin. Selain itu rumah jadi berantakan.
Yah namanya usaha yah harus begitu. Harus usaha ekstra apalagi blm ada karyawan.

efek sampingnya dari jualan ini yah juare97 jadi tambah gemuk karena suka jadi tester. hihihihi …..

Kalau rumahnya dekat citra gran cibubur, dan pengen coba pie susu yang enak. silahkan order yah. japri aja.😉

Ok, segini dulu sharingnya.

silahkan masukannya.

Ditulis dalam Umum. Leave a Comment »

Perhitungan Surge Margin di Turbotronic 2, 3, dan 4, Solar Turbines Compressor Centaur 40


Bismillah

Sekedar sharing …

Kebetulan juare97 ditanya teman mengenai nilai dari surge margin di Window Surge Control di HMI Turbotronic 2/3/4 dari Solar Turbines Compressor Centaur40.
Sekalian dishare disini untuk dokumentasi dan pengetahuan bersama.

Berikut penelusurannya.

Pertanyaan: Darimana Nilai Surge Margin di bawah ini didapat??

Sistem di bawah ini menggunakan Turbotronic 2

Jawab:
Untuk mengetahui nilai-nilai ini kita bedah dulu program HMI nya setelah itu program PLC nya dan baru periksa ladder logicnya.

Info yang didapat sebagai berikut:

Surge Margin = 100 * (Temp1)

Dimana

Temp 1 = Sqrt (HPC_Q / ((HPC_DeltaP – HPC_SLB)/HPC_KSL)) – 1

dengan:

HPC_Q adalah Suction Flow DP
HPC_DeltaP adalah Compressor DP
HPC_SLB (konstanta garis) & HPC_KSL (gradient garis surge) –> ingat rumus persamaan garis Y = mX + C

Catatan:
Program HMI dan PLC tidak bisa juare97 share disini karena alasan hak cipta.

Untuk mempermudah perhitungan diatas, kita representasikan perhitungan di gambar di bawah ini:

Surge Margin = Sqrt ( Xf / Xs ) – 1
= Sqrt (35.25 / 22.5) – 1
= 0.25 alias 25% (kurang lebih sama dengan nilai 24.4, perbedaan ini karena update HMI adalah per detik sedangkan perhitungan di PLC adalah sekitar 20 milidetik)

Untuk membuktikan perhitungan diatas benar, kita coba kasus lain di Compressor lain, photo Tahun 2010.

Surge Margin = Sqrt ( Xf / Xs ) – 1
= Sqrt (54.7 / 44) – 1
= 0.1149 alias 11.49% (kurang lebih mirip dengan nilai 11.8, perbedaan ini karena update HMI adalah per detik sedangkan perhitungan di PLC adalah sekitar 20 milidetik)

Sistem Control lain yang lebih baru yaitu Turbotronic 3 atau 4, juare97 mendapatkan seperti berikut:

Surge margin di TurboTronic 3

Rumusnya: ((Flow % – Nilai X Surge) / Nilai X Surge) * 100%

Nilai X Surge adalah hubungan polynomial dengan Head (%)

Surge margin di TurboTronic 4

sama seperti TT3 diatas.

 

Demikian sharingnya.
Semoga bermanfaat.

Silahkan kalau ada yang mau dikomentari.

Artikel PLC / HMI lainnya:
https://juare97.wordpress.com/plc-hmi/

_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 140 pengikut lainnya