juare97 freelance – blog baru


Bismillah

untuk mengisi waktu saat fieldbreak dan mencoba membuka lapangan pekerjaan baru, juare97 coba untuk menawarkan program training atau pekerjaan freelance dengan harga yang kompetitive.

Silahkan mengunjungi blog berikut:

https://juare97freelance.wordpress.com/

Kedepan, isi penawaran training diatas akan ditambahkan.
Rencananya juare97 juga akan menggandeng rekan-rekan lain yang expert dalam bidang electrical dan mechanical (rotating).

Do’a kan semoga lancar yah… 🙂
Semoga bisa membuka lapangan pekerjaan baru juga.

wassalam,
Juare97

Iklan

troubsleshooting dan penggantian 1788-CN2DN, Control Net to Device Net Linking Device


Bismillah

sekedar sharing ….

Alhamdulillah bbrp hari yang lalu juare97 dan rekan2 field maint. berhasil mengkonfigurasi ulang dan memasang Device baru 1788-CN2DN ke Control Panel Genset yang sebelumnya alat yang terpasang tsb rusak.
1788-CN2DN adalah Control Net to Device Net Linking Device.

Device ini terkoneksi dengan device vibration dan backup overspeed, dimana datanya akan di baca PLC Controllogix via ControlNet.

1788-CN2DN

1788-CN2DN

Untuk mengkonfigurasi device ini kita gunakan Software RSNetworx for DeviceNet.

Awalnya coba download langsung dengan backup an file dari vendor ternyata tidak bisa. Pakai upload device yang existing yang rusak juga tidak bisa. Setelah berkali-kali mencoba akhirnya ada setitik harapan dimana sempat ada komunikasi tetapi mapping datanya salah.

Setelah kembali ke file konfigurasi vendor dan mencontoh isi mappingnya dan mendownload ke device kembali akhirnya berhasil running dengan baik.

1788-CN2DN Scanlist & Input Setting

1788-CN2DN Scanlist & Input Setting

 

Rangkumannya sbb. untuk maintenance/penggantian device berikutnya.

Hal yang dilakukan saat penggantian Device 1788-CN2DN.

  1. Gunakan File dnt terakhir yang sudah confirm bisa dipakai.
  2. Buka file ini di RSNetworx
  3. Onlinekan dengan Device ini.
  4. Cek jika ada tanda mismatch atau revision error di device2nya. Perbaiki dengan buka properties device dan di OK kan.
  5. Setelah OK semua, download ke device 1788-CN2DN. Pastikan kunci processor Controllogix di posisi PROG.
  6. Setelah selesai download, Kembalikan kunci RUN di processor Controllogix.
  7. Setelah itu tinggal function test vibrasi
  8. Function test backup overspeed hanya bisa saat engine running.

 

Hal yang dilakukan saat penggantian Device XM-120 & XM-220.

  1. Pastikan alamat module disesuaikan, cek dengan software Entek.
  2. Lakukan langkah “Hal yang dilakukan saat penggantian Device 1788-CN2DN”

Demikian sharingnya.

Semoga bermanfaat.

 

Artikel PLC / HMI lainnya:
https://juare97.wordpress.com/plc-hmi/

_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

ambil data dari InSQL Server ke wonderware intouch 2014 secara realtime


Bismillah

 

sekedar sharing …

setelah diskusi dengan Pak Hartanto, Trimaxindo, akhirnya juare97 bisa juga mengambil data dari InSQL Server ke wonderware intouch 2014 secara real time.
Ini kebalikan fungsi dari InSQL Server dimana dia ambil data dari Intouch.

Caranya ternyata cukup mudah.

Berikut rangkumannya.

  1. Ping dari PC InTouch ke Historian dengan Nama PC, bukan IP, pastikan sukses. Kalau memang hanya bisa di PING dengan IP, setting di Access Name, di bagian Node Name diganti dengan IP Address PC Historian saja.
  2. Coba check di PC Historian, buka SMC, pastikan service Historian IO Server-nya berjalanan.
    Catatan: InSQL Server, IO Servernya: InSQLIOS. Sedangkan Historian, IOServernya: aahIOSvrSvc
  3. Coba ping dengan SLSPING dari PC InTouch ke PC Historian. Pastikan sukses, kalau tidak bisa, coba buka port 5413 di PC InTouch dan PC Historian. Command SLSPING tsb bisa pakai nama PC ataupun IP.
  4. Nah setelah itu baru buat access name dan tagname seperti contoh gamabr di bawah.
  5. Setelah itu tinggal di test runtime.

 

Contoh Tagname Intouch ambil data InSQL

Contoh Tagname Intouch ambil data InSQL

 

Demikian sharingnya. Semoga bermanfaat.

 

Artikel PLC / HMI lainnya:
https://juare97.wordpress.com/plc-hmi/
_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

konversi Panel View ke Panel View Plus (dengan komunikasi DH-485 ke SLC-500)


Bismillah

Sekedar sharing …

Ini pengalaman juare97 bbrp kali melakukan konversi Panel View ke Panel View Plus.

Tapi komunikasi HMI ke SLCnya berbeda dari sebelumnya. Komunikasi HMI ini menggunakan Serial DH-485.
Nah ada saja masalah yang berbeda ditemukan saat konversi ini.

Berikut detail ceritanya.

Salah satu HMI kami mengalami kerusakan di display/tampilannya sehingga operator tidak bisa memonitor status dari Unit ini.

HMI ini menggunakan Panel View buatan Allen Bradley yang sudah obsolete (tidak diproduksi lagi).

Berdasarkan info dari Vendor, penggantinya adalah Panel View Plus.

Nah Panel View Plus ini sudah tersedia di Shop kami. Jadi tinggal dipakai saja tapi dengan catatan harus dikonversi dulu program HMI lama.

Program existing harus dikonversi sesuai prosedur dari User Manual Vendor (Ref. 2711P-AP002A-EN-P Feb. 2011, Chapter 3).

Setelah dilakukan proses konversi dengan memakai prosedur tersebut, dilakukan pengecekan di shop dan ditemukan beberapa masalah yang timbul.

Nah apa saja yang disiapkan … berikut barang-barang yang disiapkan terlebih dahulu.

  1. file program panel view yang akan dikonversi.
  2. simulator SLC-5/04 dan Panel View Plus beserta accessoriesnya (kabel Serial Straight (atau Null Modem) yang akan dipakai untuk koneksi SLC dengan Panel View Plus. Komunikasi yang digunakan adalah DH-485 (lewat port DB9 SLC dan DB9 Panel View Plus). Module SLC yang dipakai cukup power supply dan processor saja.
  3. Laptop untuk programming Panel View Plus dan SLC (Program dummy, untuk testing).
  4. Gunakan koneksi DH+ dari Laptop ke SLC-5/04.

 

Nah setelah itu Programming dan Testing di Shop

  1. Buka Program RSLogix500 di laptop.
    1. Hilangkan semua routine programnya. Sisanya Data-data (Bit, Integer, dll).
    2. Set IO Configuration sesuai dengan Rack SLC Simulator yang dipakai. Module Power Supply dan Processor saja.
    3. Save as sebagai program Trial.
    4. Download ke SLC dengan menggunakan kabel DH+.
    5. Setelah selesai, pastikan program RSlogix500 ini sudah online ke SLCnya.
  2. Buka program FT View Studio versi 6.0. (Jangan gunakan versi 7 ke atas, agak ribet versi 7).
  3. Lakukan langkah konversi seperti dokumen 2711P-AP002A-EN-P Feb. 2011, Chapter 3.
  4. Setelah selesai, masuk ke dalam programnya,
  5. Setting Komunikasi terlebih dahulu. (ini tidak masuk ke proses konversi).
    1. Di Tab Communication, buat koneksi Serial DH485.
    2. Lalu add device manual SLC 1747-L542.
    3. Setelah itu kembali ke Tab Application, buka RSlinx Enterprise –> Communication Setup.
    4. Add Device Shortcus. (nama shortcutnya disesuaikan dengan Tag2 hasil konversi).
    5. Device Shortcut ini di desain di arahkan ke SLC. Klik tombol Apply.
    6. lalu Copy kan ke Runtime.
    7. Buka Runtime (Target).
    8. Device Shortcut plc3 kalau di klik mengarah ke SLC ini.
  6. Setelah itu buat file MER (pastikan versi panel view plus sesuai dengan versi MER nya, dalam hal ini kami membuat file MER versi 5.10)
  7. Transfer ke Panel View Plus. Salah satu metode transfer bisa menggunakan Flash Disk yang sudah di konfigurasi lokasi foldernya.
    1. Contoh Lokasi foldernya: E:\Rockwell Software\RsViewME\Runtime.
    2. Copy kan file MER ke flash disk ini.
    3. Lalu pasang flash disk ke USB Panel View Plus.
    4. Lakukan transfer file dari Terminal setting (bagian copy application, dari external ke internal memory).
  8. Kembali ke Terminal Setting awal, Load Aplikasi dan Run programnya.
  9. Jika sudah masuk, lakukan pengecekan program Panel View Plus.
  10. Gunakan RSlogix online, mainkan data-data bit dan integer yang dipakai di Tag HMI. Cross Check Tag di program HMI dan address SLC.
  11. Beberapa kekurangan/kesalahan yang kami temukan diantaranya

a. Tidak ada Tombol Exit Aplikasi ke Terminal Setting di Window Utama. Jadi sebaiknya dibuatkan. Selain itu kalau perlu ditambahkan juga tombol navigasi ke window lain.

b. Ada tag yang referensi ke plcnya pakai tanda ;. Ubah menjadi :. Saat testing ketahuan jika tag ini bernilai ???? atau jika discrete maka tidak respon jika ada perubahan Tambahkan tanda :: di depan shortcut plc3 seperti tag yang lainnya.

c. Ada beberapa Alarm yang tidak muncul ketika di trigger.
Solusinya buat Tag Trigger baru di program Alarm Setupnya.

d. Jika semua masalah diatas sudah diselesaikan, testing sekali lagi untuk memastikan Monitoring data, status Discrete dan Alarm bekerja.

e. Matikan Power Panel View dan SLC.

f. Panel View siap dipasang di lapangan.

 

Instalasi dan Testing di Lapangan

  1. Lepas Panel View lama.
  2. Pasang Panel View Baru. Pemasangan cukup mudah. Tidak ada modifikasi di pintu panel. Pasang kabel komunikasi dan kabel power.

  1. Setelah itu hidupkan power.
  2. Setelah online, pastikan Monitoring di semua window berjalan dengan baik. Tidak ada tanda ???
  3. Pastikan Alarm bekerja dengan memainkan Setpoint Alarm.
  4. Untuk Setpoint Shutdown, cukup ubah nilai saja yang tidak sampai mematikan pompa jika pompa sedang running.

OK, demikian sharing.

Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Artikel PLC / HMI lainnya:
https://juare97.wordpress.com/plc-hmi/

_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

pakai RSlogix Emulate 5000 untuk belajar programming FT View Studio versi 6 (Panel View Plus)


Bismillah

Sekedar sharing …

Kebetulan juare97 terkadang ada pekerjaan troubleshooting HMI Panel View Plus, walaupun belum pernah training mau tidak mau harus belajar programmingnya secara sendiri (otodidak, coba2 dan atau baca manual).

Karena di kantor juare97 tidak ada simulator PLC dan Panel View Plusnya (adanya di kantor rekan di gedung lain), maka terkadang juare97 memakai software simulator yang ada di laptop/PC untuk mempelajari program tsb. Jadi tidak perlu ada PLC dan Panel Viewnya.

Nah iseng-iseng belajar programming FTView Studio versi 6.0 (Panel View Plus), disimulasikan dengan dikoneksikan ke RSlogix Emulate 5000. Setelah dicoba-coba akhirnya bisa juga.

Pertama kita siapkan RSLogix5000 dan RSlogix Emulate 5000.

Pilih Processor Controllogixnya adalah Emulator.
Bisa dipasang di slot mana saja. Contoh di bawah adalah di slot 2.
Berikut konfigurasi di RSLogix5000 nya.

Yang ini di Emulatornya.

Lalu buat program sederhana saja di Main Routine (yang ada Tag discrete dan Analognya).

Di RSLinx, gunakan Virtual Backplane (Virtual Chassis) saat Configure Driver nya.
Jadi ketika kita buka RSWho akan terlihat seperti di bawah.

Setelah itu download programnya ke Emulator tsb. Dan Run programnya.

Dari sini kita bisa coba-coba perintah2 lain yang ada di RSLogix5000.

Nah kita lanjut ke FT View Studionya.

Buka Program FT View Studio dan buat aplikasi baru.
Klik Tab Communicationnya, tambahkan RSLogix 5000 Emulator (slot 2) di 1789-A17, Backplane.

Berikutnya pindah ke Tab Application, klik RSLinx Enterprise – Communication Setup.

Buat Device Shortcut baru. Dan arahkan ke RSLogix 5000 Emulator.

Contoh pembuatan Tag.

Tinggal buat display dan di Play (RUN) untuk test Display nya (running simulasi).

Hasilnya nilai tag di RSlogix5000 berubah sesuai inputan di FTView Studionya.

Demikian sharingnya.

Smoga bermanfaat.

Wassalam,
Juare97

Artikel PLC / HMI lainnya:
https://juare97.wordpress.com/plc-hmi/

_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

membuat historical player WW Intouch dengan menggunakan Excel – Macro


Bismillah

Sekedar sharing …

 

juare97 pernah membaca manual kalau HMI TT4000 versi 3 punya program historical playback dimana jika ada kejadian shutdown dan lainnya bisa diputar kembali data-datanya ditampilan HMI nya.

Pernah terpikir untuk membuat versi ini di HMI WW Intouch, tetapi belum kesampean.

Nah kemarin baru dapat ide untuk menggunakan excel macro sebagai sumber data dari HMI WW Intouch.

Ide nya sbb:

Buat ms. excel yang filenya enable macro.
Jadi tiap detik nanti Nilai Cell B3, C3 dan D3 akan berubah berdasarkan data di B6:D25 secara berurutan dari atas ke bawah.

Excel sebagai historical data player

Excel sebagai historical data player

 

Untuk belajar macro excel, tinggal browsing di google saja.
Setelah bbrp kali trial & error, alhamdulillah jadi seperti gambar di bawah.

Program Macro Excelnya

Program Macro Excelnya

Dengan begini, nanti di WW Intouch tinggal buat tag yang di koneksi kan ke B3/C3/D3 seperti gambar di bawah.
Catatan: koneksi WW Intouch ke excel pernah dibahas di artikel ini.

WW Intouch Historical Playback Simulation

WW Intouch Historical Playback Simulation

jadi kapan-kapan kalau butuh tinggal buat saja di HMI Plant.
Data-data bisa diambil dari Trending atau buat script. Kapan-kapan kalau ada waktu, insyaAllah dibahas.

Demikian sharingnya.

Semoga bermanfaat …

 

Artikel PLC / HMI lainnya:
https://juare97.wordpress.com/plc-hmi/

_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.