Switch Power DCS Yokogawa CS3000 R3


Bismillah

sharing …

Beberapa hari yang lalu di salah satu plant, kami mempunyai kegiatan pemindahan supply power dari UPS A ke UPS B sehingga supply power ke DCS Yokogawa kami terganggu. Di bawah adalah video FCS detik-detik pemindahannya.

DCS sempat mati kira-kira sedetik dan langsung hidup kembali setelah mendapat power.
Selain itu komputer EWS dan HIS ikut mati juga karena supplynya dari UPS yang sama. Sempat ada LCD Monitor yang rusak. Tapi kerusakan ini umum karena sudah umur juga. Jadi sebaiknya jika ada kegiatan yang sama di masa yang akan datang, komputer EWS dan HISnya dimatikan saja manual biar matinya sempurna. Controller seperti PIC, LIC dan lainnya tidak ada yang berubah modenya.

Tentunya saat kegiatan ini semua Control Valve yang dikontrol oleh DCS dipindahkan ke Lokal Controller. Kebetulan bbrp puluh tahun yang lalu sudah pernah dipersiapkan jadi eksekusi bisa cepat dikerjakan. Untuk yang tidak ada, operator harus standby terutama kalau control valve itu critical jika ada upset di proses.

Demikian sharingnya.

Ditulis dalam DCS. Leave a Comment »

Belajar wirausaha kue pie susu citra gran cibubur


Bismillah

 

Pie Susu Cibubur Citra Gran - Bunda Oelie

Pie Susu Cibubur Citra Gran – Bunda Oelie

Sharing kali ini agak berbeda. Agak berbau promosi. Hihihi…

Karena istri di rumah dan hobi bikin kue dan sekalian belajar wira usaha maka juare97 support lah. Minimal kalau nanti harga minyak anjlok trus dan juare97 kena pensiun dini, masih ada usaha lain yaitu bantu istri memasarkan.😉
Smoga tidak yah teman2 …:)

Saat ini karena masih belajar. Kue pie susu yang dijual berdasarkan pesanan saja dari tetangga dekat rumah atau kenalan istri. Sebetulnya mau diseriusin sih cuman karena masih takut anak keteteran sekolahnya yah dibawa santai saja dulu. Anak masih diantar jemput sama istri atau bersama saya (pas fieldbreak)

Yang kurang sekarang adalah buat box kertasnya dan urus ijin prt.
InsyaAllah mungkin kapan-kapan diurus. Sementara ini masih pakai box plastik kue yang biasa.

Selain itu kami juga jualan bakso per kilo, rendang, kue risoles frozen/sdh digoreng dan pernah juga melayani katering. Cuman bisnis katering capek sekali. Bisa sampai dinihari bangun. Dan ajak sodara2 istri datang bantuin. Selain itu rumah jadi berantakan.
Yah namanya usaha yah harus begitu. Harus usaha ekstra apalagi blm ada karyawan.

efek sampingnya dari jualan ini yah juare97 jadi tambah gemuk karena suka jadi tester. hihihihi …..

Kalau rumahnya dekat citra gran cibubur, dan pengen coba pie susu yang enak. silahkan order yah. japri aja.😉

Ok, segini dulu sharingnya.

silahkan masukannya.

Ditulis dalam Umum. Leave a Comment »

Perhitungan Surge Margin di Turbotronic 2, 3, dan 4, Solar Turbines Compressor Centaur 40


Bismillah

Sekedar sharing …

Kebetulan juare97 ditanya teman mengenai nilai dari surge margin di Window Surge Control di HMI Turbotronic 2/3/4 dari Solar Turbines Compressor Centaur40.
Sekalian dishare disini untuk dokumentasi dan pengetahuan bersama.

Berikut penelusurannya.

Pertanyaan: Darimana Nilai Surge Margin di bawah ini didapat??

Sistem di bawah ini menggunakan Turbotronic 2

Jawab:
Untuk mengetahui nilai-nilai ini kita bedah dulu program HMI nya setelah itu program PLC nya dan baru periksa ladder logicnya.

Info yang didapat sebagai berikut:

Surge Margin = 100 * (Temp1)

Dimana

Temp 1 = Sqrt (HPC_Q / ((HPC_DeltaP – HPC_SLB)/HPC_KSL)) – 1

dengan:

HPC_Q adalah Suction Flow DP
HPC_DeltaP adalah Compressor DP
HPC_SLB (konstanta garis) & HPC_KSL (gradient garis surge) à ingat rumus persamaan garis Y = mX + C

Catatan:
Program HMI dan PLC tidak bisa juare97 share disini karena alasan hak cipta.

Untuk mempermudah perhitungan diatas, kita representasikan perhitungan di gambar di bawah ini:

Surge Margin = Sqrt ( Xf / Xs ) – 1
= Sqrt (35.25 / 22.5) – 1
= 0.25 alias 25% (kurang lebih sama dengan nilai 24.4, perbedaan ini karena update HMI adalah per detik sedangkan perhitungan di PLC adalah sekitar 20 milidetik)

Untuk membuktikan perhitungan diatas benar, kita coba kasus lain di Compressor lain, photo Tahun 2010.

Surge Margin = Sqrt ( Xf / Xs ) – 1
= Sqrt (54.7 / 44) – 1
= 0.1149 alias 11.49% (kurang lebih mirip dengan nilai 11.8, perbedaan ini karena update HMI adalah per detik sedangkan perhitungan di PLC adalah sekitar 20 milidetik)

Sistem Control lain yang lebih baru yaitu Turbotronic 3 atau 4, juare97 mendapatkan seperti berikut:

Surge margin di TurboTronic 3

Rumusnya: ((Flow % – Nilai X Surge) / Nilai X Surge) * 100%

Nilai X Surge adalah hubungan polynomial dengan Head (%)

Surge margin di TurboTronic 4

sama seperti TT3 diatas.

 

Demikian sharingnya.
Semoga bermanfaat.

Silahkan kalau ada yang mau dikomentari.

Artikel PLC / HMI lainnya:
https://juare97.wordpress.com/plc-hmi/

_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

Sharing Komunikasi DF1 dari RSlogix500 ke SLC 5/04 via bbrp buah MOXA


Bismillah

Sharing pekerjaan juare97 dimana kami mencoba testing komunikasi dari RSlogix500 (Laptop) ke SLC 5/04 via 1 buah MOXA NPort 5110 & 2 buah MOXA Transio RS232 ke RS485 & 1 buah SPD.

Alhamdulillah bisa berhasil komunikasi dengan 3 buah laptop yang berbeda dan O/S yang berbeda pula (WinXP, Win7 dan Win8.1).
Ketiganya berjalan dengan baik. RSlogix500nya bisa online.

Berikut Blok Diagramnya.

Kalau fisiknya seperti gambar di bawah ini.
Abaikan kabel DH+ nya dan kabel lainnya yah.:)

IMG_5319b

Untuk Setting di RSLogix500. Kita buat program sederhana sesuai dengan Tipe Processor yang dipakai.
Terus Channel 0 di konfigurasi sbb:

Setelah itu di download program ini ke SLC dengan memakai komunikasi DH+.
Ini untuk setup awal saja untuk memastikan SLC sudah ada programnya.

Nah setelah SLC RUN, baru kita mulai tahap persiapan berikutnya.

Pasang kabel Serial di Port SLC 5/04 ke port RS232 MOXA Transio.

Jangan lupa pasang kabel power ke MOXA nya.

Settingan MOXA di setting untuk RS485. Switch warna biru di bawah (1 & 2) diset ke posisi ON.

Setelah itu pasang kabel 1 pair ke MOXA Transio satunya lagi.
Untuk SPD Optional. Tapi kalau di lapangan tentunya dipasang.
Nah dari MOXA Transio ke-2 ini ditarik kabel serial lagi ke MOXA NPort 5110.
Setelah itu tinggal pasang kabel LAN tipe cross dari MOXA ke Laptop.
Jangan lupa laptop di setting IP nya manual.
Misal 172.30.16.239 (pastikan berbeda dengan setting MOXA NPort 5110nya)
Subnet 255.255.255.0

Setelah itu tinggal tes koneksi ping ke MOXA Nport.
Ip Address yang dipakai MOXA NPort 5110 adalah 172.30.16.242

Pastikan Setting MOXA sudah disetting dengan benar.

Kalau belum coba cek dengan telnet di command prompt dan open ke ip tersebut.
Pastikan baudrate dan lain2 sudah tersetting dengan benar.
Dan satu lagi, Operating Settings (nomor 4) di pilih yang Real COM Mode.

Kalau tidak yah ubah seperti contoh berikut. Tinggal pilih 0 (Real COM Mode) buah pilihan terakhir.

Catatan:
Di Windows 8.1 juare97 tidak bisa menjalankan program TELNET di command prompt.
Sayangnya tadi tidak coba di Windows 7 jalan apa nggak program telnet ini.

Nah kalau MOXA sudah benar settingannya, Kita install software NPort Administrator. Software ini untuk merubah komunikasi Ethernet menjadi Virtual COM Serial.
Buka COM Mapping dan Add. Sehingga muncul seperti gambar di bawah.
Jangan lupa klik tombol Apply.
Oh iya, COM Port No. bisa kita ubah2 sesuai dengan keinginan asal tidak dipakai oleh device atau aplikasi lain.

Catatan:
khusus untuk Windows 7 dan 8, ketika menjalankan program ini harus klik kanan dan Run as Administrator.
Kalau ini tidak dilakukan maka kita tidak bisa Add atau rubah COM Port No. nya. Ada warning tidak punya akses untuk merubah.

Setelah itu tinggal setting RSLinx.

Seperti biasa, lakukan Configure Driver dan pilih RS232 DF1 Devices. Ingat, MOXA Nport diatas sudah membuat virtual COM nya.
Pastikan Comm Port sudah sesuai dengan settingan di MOXA NPort Administrator di atas.
Pilih Devicenya SLC dan klik Tombol Auto Configure.

Jika semua setting dan kabel benar maka akan ada tulisan Auto Configuration Succesfully.

Catatan:
Anehnya di Windows 7 dan 8, ada warning Fail dan pas di tutup kita lihat Succesfull.
Jadi jangan heran yah kalau dapat warning kalau pakai windows ini.

Setelah itu tinggal buka RSLogix500 dan online kan.

Selesai simulasi kita.

Semoga info ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Artikel PLC / HMI lainnya:
https://juare97.wordpress.com/plc-hmi/

_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

(Sharing) Gubernur yang Miskin


Fyi.
Sharing…

 

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Pardan Syafrudin/Red: Achmad Syalaby
Suatu waktu, Khalifah Umar bin Khattab kedatangan tamu dari negeri Himsy, salah satu wilayah kekuasaan Islam. Khalifah Umar dengan ramah tamah menghormati tamu-tamunya.

Selang beberapa saat, Khalifah Umar mengadakan temu wicara dengan mereka. Ia banyak bertanya tentang kondisi rakyatnya di sana, baik pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraannya. Seusai dialog, Khalifah Umar bin Khattab menyuruh para tamunya itu untuk mencatat dan melaporkan rakyatnya yang kurang mampu.

Ketika membaca laporan tersebut, Khalifah Umar tiba-tiba terlihat kaget saat melihat nama Sa’id bin ‘Amir tercantum dalam daftar orang miskin. Dengan keadaan penasaran Khalifah Umar memanggil mereka dan bertanya. ”Wahai tamu-tamuku, siapakah gerangan Sa’id ibn ‘Amir yang kalian maksud?” Mereka menjawab, ”Beliau adalah gubernur kami dan salah seorang utusan Amirul Mukminin yang telah diamanahi tugas untuk memimpin kami.”

Pada saat itu, Khalifah Umar langsung menangis. Ia tak kuat menahan haru atas kejujuran serta keamanahan utusannya. Khalifah Umar pun segera memberikan hadiah khusus buat sang gubernurnya.

Sesampainya hadiah tersebut kepada Sa’id bin ‘Amir, ia justru bukan merasakan kebahagiaan dengan mendapatkan bingkisan dari atasannya. Yang terjadi malah sebaliknya. Ia sangat khawatir dengan ujian kenikmatan mendapatkan materi. Dengan bersegera, Sa’id pun membagikan kembali hadiah tersebut kepada rakyatnya yang betul-betul membutuhkannya. Ia bahkan tidak mengambil sepeser pun buat kepentingan pribadi dan keluarganya. Sungguh dalam kisah ini terkandung banyak hikmah yang bisa kita petik.

Seorang pemimpin besar yang mempunyai kekuasaan luas, walau ia belum sempat mengunjungi semuanya, tapi ia sangat telaten untuk mengetahui keadaan rakyatnya. Kebutuhan rakyatnya selalu ia perhatikan serta segera dipenuhi.

Bukan malah sebaliknya, kebutuhan rakyat yang sangat mendasar dihilangkan atau kurang dipenuhi, sehingga menelantarkan dan menyusahkan mereka. Begitu pula pejabat yang diamanahi tugas, betul-betul melaksanakan amanahnya. Para pembantunya tidak serta-merta karena mempunyai wewenang, lantas manfaatkan kedudukannya dengan mengeksploitasi segala hal untuk memenuhi keinginannya.

Penunjukan pejabat bukan karena hasil kolusi dan nepotisme atau uang pelicin. Tapi, lebih berdasarkan pada profesionalisme. Dengan cara seperti itulah insya Allah semua tugas akan mampu dilaksanakan dengan baik. Sungguh, alangkah rindunya kita kepada tipe pemimpin dan pejabat seperti mereka. Wallahu a’lam.
Sumber : Pusat Data Republika

Ditulis dalam ISLAM. 2 Comments »
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 140 pengikut lainnya