pekerjaan maintenance supervisor Electric/Instrument dan Control


sekedar sharing …

bbrp minggu belakangan ini juare97 sempat mengecek2 job desc pekerjaan maintenance untuk supervisor Electric/Instrument dan Control. Posisi ini dibawah Sr. Supervisor Maintenance dan sejajar dengan Supervisor Mechanic.

Nah kita buka sedikit disini untuk memberikan pengetahuan untuk fresh graduate, apa saja sih job desc. umum di perusahaan migas upstream onshore.

Catatan: belum tentu sama persis yah dgn perusahaan sejenis, tapi kurang lebih mirip.

Mari kita simak bersama.

Fungsi dasar:

  • Melakukan Supervisi pekerjaan PM (Preventive Maintenane) dan RT (Reaktif Maintenance) untuk peralatan Electric, Instrumentasi dan Control. –> pekerjaan ini nanti bersama teknisi Electric atau teknisi Instrument. Syukur2 jika ada teknisi yang bisa keduanya. Nah supervisinya mulai dari Junior Teknisi sampai dengan Foreman. Tapi biasanya kalau sudah ada Foreman, tinggal “pegang” saja foremannya. Sisanya Foreman bisa bantu atur bagi2 pekerjaan. Biasanya kalau supervisor dulunya berawal dari teknisi ini bisa ikut kerja jika dibutuhkan. Tapi kalau supervisornya baru rekrut, nah ini perlu waktu untuk belajar dan mengenal alat2. Yah diharapkan cepat beradaptasi baik dengan bawahannya dan dan lingkungan pekerjaan. Untuk pekerjaan PdM (predictive maintenance). Sertifikasi Gas Meter, Sertifikasi PSV ada tim lain.
  • Membuat TKI (Tata Kerja Individu) atau umumnya Prosedur kerja. –> tinggal lihat dokumen lama perusahaan atau dokumen dulu kita bekerja diperusahaan sebelum, lalu dibuat dengan Format perusahaan yang baru. Nah minimal harus bisa menggunakan Ms Word.
  • Mengikuti HAZOP (Hazard and Operability), SIL (Safety Integrity Level) Study dan Lainnya. –> nah ini harus mengerti kondisi plant. Harus baca dan mengerti drawing seperti P&ID, logic, dll dan ngerti proses juga.
  • Mengikuti PHSER (Project HSE Review), FAT, SAT, Instalasi dan Commisioning. –> biasanya project baru, kita dilibatkan oleh tim Engineering dan Konstruksi.
  • Membuat perencanaan pembelian material spare part termasuk menyiapkan anggarannya. –> ini nanti kerjasama dengan planner, SCM dan atasan2nya dalam pembelian dan pengajuan budget tahunan.

Kalau diuraikan lebih detail dan lengkap lagi berikut tugas utamanya.

Uraian Tugas Utama :
1. Melaksanakan penerapan program-program QHSSE Perusahaan.
2. Melaksanakan dan menjadi anggota tim investigasi (sesuai level investigasi yang dilakukan) jika terjadi incident/accident di area produksi, satellite dan sumur produksi/injeksi untuk menemukan penyebab dasarnya.
3. Membuat prosedur kegiatan pemeliharaan peralatan fasilitas produksi agar dilakukan dengan aman, optimum dan memenuhi standar dan regulasi yang berlaku.
4. Melaksanakan, mengarahkan, memonitor dan mengkoordinasikan pelaksanan kegiatan pemeliharaan peralatan fasiltas produksi agar terlaksana dengan aman, optimum, tepat waktu dan memenuhi standard dan regulasi yang berlaku.
5. Membuat usulan perencanaan kebutuhan material untuk program perawatan peralatan dan fasilitas produksi serta memastikan ketersediaan yang cukup untuk kebutuhan emergency.
6. Mengusulkan anggaran kegiatan pemeliharaan sehingga kegiatan pemeliharaan dapat terlaksana dengan aman, efektif dan efisien.
7. Mengusulkan dan memonitor Memonitor surat perintah kerja (atau Work Permit) yang berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas produksi untuk menjamin berlangsungnya operasi di perusahaan.
8. Melakukan implementasi aspek HSE (Health, Safety, & Environment) dan memastikan HSE awareness pada lingkungan kerjanya yang sejalan dengan program HSE perusahaan.

Cukup banyak yah tugas utamanya, Apalagi ini gabungan 3 pekerjaan yang cukup besar yaitu Electric, Instrumentasi dan Control. Di tempat lain ada yang dipisah 3 posisi ini atau jadi 2 posisi. Dulu diperusahaan sebelum dipisah menjadi 2 supervisor yang berbeda keahliannya. Sekarang diharapkan bisa pegang keduanya.

Barang2 yang di maintenance bisa berupa satu unit bareng2 kerjanya antara E/I&C/M misalkan perawatan Unit Engine + Compressor, Unit Engine + Pompa, Unit Generator Set, dll
atau yang khusus masing2 misalnya
– Electric: Powerplant, Switchgear, UPS, Battery, Lampu, Kabel Electric, dll.
– Instrument: Field Instrumentasi baik pneumatic maupun elektronik, baik di Plant maupun di sumur, FGS device, tubing, kabel instrument, dll
– Control: PLC, DCS, SIS, FGS Control System, SCADA, HMI, dll.

Tapi tenang saja kalau buat yang masih baru bbrp tahun pengalaman kerja tidak dituntut harus menguasai semuanya dan di dalam nanti bisa belajar sendiri atau mengikuti training inhouse atau training technical lainnya yang diberikan perusahaan. Tapi yang diharapkan sebaiknya rajin bekerja dan sambil belajar sehingga bisa menguasai sebagian besar secara bertahap. Tapi seniornya juga blum tentu nguasai semua sih, maka itu dibutuhkan team work.

Nah jika ternyata jika ada suatu pekerjaan troubleshooting dimana di team maintenance tdk ada yang bisa mengatasi, maka bisa konsultasi ke rekan2 engineering masing2 disiplin yang sekarang berkantor di Balikpapan, kalau perlu minta datang ke lapangan. Atau kita juga bisa berkonsultasi dengan vendor atau sekalian panggil vendor nya (technical expert nya sekalian deh, tapi siap2 bayar ratusan atau ribuan dollar per hari, mahal yah, makanya ini biasanya usaha terakhir… hehehe… 😉

Nah kira2 lulusan apa saja yang direkomendasikan bisa masuk jika ada lowongan seperti ini: S1/D3 Lulusan Teknik Elektro/Teknik Fisika/MIPA Fisika dengan pengalaman serupa selama bbrp tahun.

Boleh nggak lulusan lain daftar? Yah boleh saja jika ada pengalaman yg sama selama bbrp tahun atau bahkan lebih lama pengalamannya sehingga kesempatan lebih besar. Tapi tentu ada seleksi administrasi, jika yg daftar/terjaring sedikit masih ada peluang.

Boleh nggak fresh graduate daftar? Yah boleh saja tapi tentu ada seleksi administrasi, jika yg daftar sedikit masih ada peluang. Pernah dulu kejadian soalnya, yang pengalaman kerja susah dapat karena permintaan gaji terlalu tinggi2, akhirnya dicoba dipanggillah yang fresh graduate dan lolos lah dia. Setelah bekerja bbrp tahun, ada kesempatan yang lebih bagus ditempat lain, pindah lah dia. Skrg sudah kerja di Luar Negri. 🙂

Untuk kerja 100% di lapangan. Saat ini rotasi 2/2 minggu (selama pandemi 3/3). Menginap di Camp. Siap dipanggil jika ada trouble di malam hari.

Tapi jika dibutuhkan saat offduty bisa saja diajak meeting. Selama pandemi masih online meetingnya.

Kalau ditanya gaji, yah lumayan bagus lah .. tapi tidak bisa saya buka2an disini… harap maklum. 🙂

Demikian pembahasan mengenai topik ini.

Smoga bisa menambah wawasan bagi fresh graduate yang berminat untuk terjun/berprofesi menjadi Supervisor di bidang ini. Minimal bisa cari pengalaman dulu di kontraktor atau vendor selama bbrp tahun sebelum lompat ke profesi ini. Tapi seperti yg dibahas diatas, siapa yang tahu rejeki orang kan … fresh graduate bisa saja diterima.

silahkan jika ada komentar, masukan, sharing pengalaman dan lain2.

wassalam,
juare97

VICO Indonesia menjadi PHSS di Agustus 2018 dan menjadi bagian Zona 9, Regional 3, SHU di April 2021


sekedar sharing …

PHSS (PERTAMINA HULU SANGA SANGA, Anak Perusahaan Pertamina).

Awal mulanya HUFFCO (perusahaan Amerika, milik konsorsium yang dipimpin oleh Mr. Roy H., infonya dia di Amrik kumpulin dana dari orang-orang kaya disana untuk mendirikan perusahaan ini.

Setelah bbrp puluh tahun, karena ingin mengabdi (kalau tak salah jadi Dubes) maka sahamnya dijual dan dimiliki bbrp perusahaan. Yang akhirnya jadi dimiliki oleh dua perusahaan saja yaitu BP dan ENI masing2 50%-50%. Sempat terjadi perpanjangan kontrak dengan pemerintah.

Menjelang bbrp tahun berakhir masa kontrak perpanjangan, saham BP di beli SAKA (anak perusahaan PGN), dan akhirnya bbrp bulan terakhir saham ENI di beli HARUM (kalau tak salah).

Tanggal 8 Agustus 2018 VICO menjadi PHSS. Menyusul TOTAL INDONESIE yang sebelumnya menjadi PHM (PERTAMINA HULU MAHAKAM). Kemudian disusul PHKT (PERTAMINA HULU KALIMANTAN), sebelumnya adalah CHEVRON EAST KALIMANTAN (sebelumnya UNOCAL 76).

PHM, PHSS, dan PHKT dibawah PHI (PERTAMINA HULU INDONESIA).

Sejak 1 April 2021 kerena kebijakan reorganisasi Holding SubHolding, maka ketiganya menjadi di bawah Sub Holding Upstream (SHU), Regional 3 digabung dengan PERTAMINA EP yang ada di Kalimantan.

Regional 3 dibagi menjadi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10.

PHSS Field ada di Zona 9 bersama Field SANGA_SANGA, SANGATA, TANJUNG, dll.

PHM di Zona 8 dan PHKT di Zona 10.

Demikian sekilas infonya …

Tambahan info tentang sejarah VICO:

https://id.wikipedia.org/wiki/VICO_Indonesia

VICO atau Virginia Indonesia Company, LLC adalah salah satu perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ditunjuk BPMIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi

Berdiri dengan nama awal HUFFCO Indonesia atau Huffington Company Indonesia yang didirikan oleh pengusaha minyak asal Texas, Roy Huffington dan pengusaha asal Virginia, General Arch Sproul.

Dengan menggandeng perusahaan Ultramar Indonesia Limited, Union Texas East Kalimantan Limited dan Universe Tankships, Inc., pada bulan Februari 1972 HUFFCO menemukan daerah Badak, sebagai salah satu cadangan minyak dan gas terbesar di Kalimantan-Timur.

Pertamina, dengan dukungan dari HUFFCO, menandatangani 20-tahun kontrak penjualan LNG pada bulan Desember 1973 dengan lima perusahaan energi Jepang dan sebuah perusahaan baja Jepang dan mendirikan perusahaan kilang gas di Bontang.

Pengiriman LNG pertama yang diproduksi dari Badak dikirimkan ke Jepang pada bulan Agustus, 1977 hanya 5,5 tahun setelah penemuan gas dan merupakan rekor dunia saat itu.

VICO memperoleh kontrak untuk memproduksi Blok Sanga-Sanga PSC dan sejumlah blok lainnya secara Joint Ventures yang terdiri dari BP East Kalimantan Ltd.; Lasmo Sanga Sanga Ltd; BP Migas dan beberapa perusahaan migas lainnya. VICO mengoperasikan 7 lapangan produksi minyak dan gas bumi di daratan (onshore) Kalimantan Timur, Indonesia, dekat dengan Delta Mahakam. Lapangan-lapangan itu adalah Badak, Nilam, Pamaguan, Semberah, Mutiara, Beras, and Lempake. Produksi minyak dan gas bumi yang dihasilkan lapangan-lapangan tersebut diproses di empat stasiun produksi. Stasiun produksi pertama yang dibangun adalah Badak (1972), diikuti Nilam (1982), Mutiara (1990) dan Semberah (1991).

Gas yang dihasilkan dari stasiun produksi disalurkan ke PT Badak NGL, sebuah pabrik penghasil LNG (Liquid Natural Gas) dan LPG (Liquid Petroleum Gas) di Bontang, dan pabrik pupuk serta pabrik metanol di Kawasan Industri Kalimantan Timur, melalui jaringan pipa. LNG tersebut kemudian dijual ke konsumen di Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Sedangkan minyak dan kondensat (liquid/cairan) yang dihasilkannya disalurkan melalui pipa ke terminal yang dioperasikan Chevron Indonesia di Tanjung Santan untuk dikapalkan ke pembeli.

Pada dekade terakhir ini, oil dan gas industri diwarnai dengan merger dan pegambil-alihan kepemilikan VICO. Perusahaan joint-venture yang tergabung dalam Sanga-Sanga PSC adalah: BP p.l.c melalui “BP East Kalimantan Ltd.”; Eni SpA melalui “LASMO Sanga-Sanga Limited”; CPC melalui Opicoil Houston, Inc.; dan Universe Gas and Oil Company Inc.

Jumlah pegawai VICO (2004) sekitar 1000 pegawai permanen dan 3500 pegawai kontrak.

Produksi VICO (data tahun 2004) sekitar 870 MMSCFD gas dan 30.000 barrel cairan (minyak dan kondensat) per hari.

Produksi VICO (data tahun 2007) sekitar 465 MMSCFD gas per hari.

Pada tanggal 7 Januari 2008, VICO berhasil membukukan rekor 25 juta jam kerja tanpa kecelakaan.

Bacaan lain:

https://kaltimkece.id/warta/ekonomi/blok-sangasanga-kepergian-vico-dan-keuntungan-kaltim

Pengenalan Compressor di perusahaan gas


Bismillah

sekedar sharing …

Iseng buat dalam bentuk format gambar biar bisa sharing di IG juga …

Semoga bermanfaat

Ditulis dalam Umum. 2 Comments »

bersih bersih FAN FCU DCS Controller Yokogawa CS3000 R3


Bismillah

Sekedar sharing …

Bbrp waktu lalu kami melakukan clean up FAN DCS Controller yang ada di bagian bawah Rack CPU.

Saat di lepas, muncul alarm dan indikasi FAN ALARM FCU

Untuk membersihkan cukup dengan kuas saja. Bagian Kipas bisa dilepas

Demikian sharingnya.

_________________________

Artikel PLC / HMI lainnya:
https://juare97.wordpress.com/plc-hmi/

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

Tipe-tipe Flame Detector merek Detronics yang umumnya dipakai di Oil & Gas


Bismillah

Sekedar sharing …

Iseng lihat rekomendasi tipe flame detector yang paling tepat di website det-tronics.

Ternyata Flame Detector paling highly recommended saat ini untuk oil&gas adalah TripleIR X-3301 dibandingkan UV/IR X-5200.

Jaman dulu banyak pakai UV/IR, semenjak keluar Triple IR maka device ini yang lebih direkomedasikan.

Makanya project baru biasanya sering menggunakan X-3301 ini.

Robust and reliable multispectrum IR flame detection

The X3301 delivers fast fire detection performance while limiting nuisance and false alarms. Versatile, robust, reliable, developed and built with the needs of hazardous and critical industrial process operators in mind.

Features

  • Multiple sensitivity modes
  • Optical Integrity (oi®) performs automatic fail-safe checks every 60 seconds
  • Heated optics for adverse environments and weather
  • Data logger with event time and date stamping (1500 events)
  • Longest FM Approved detection range

Technical Specifications

  • Multiple communication protocols, including 0-20 mA, relay, Modbus, HART, FDT®/DTM and Eagle Quantum Premier® (EQP) safety system
  • Diagnostic LED for local alarm and simple fault identification
  • Large capacity event log storage (1,500 events)
  • HART capable

—-

UVIR detector for complex detection environments

The X5200 UVIR hydrocarbon flame detector can be configured to satisfy third-party requirements for rapid detection or for applications where extraneous IR radiation sources may cause other detectors to generate false alarms.

Features

  • Multiple sensitivity modes
  • Optical Integrity (oi®) performs automatic fail-safe checks every 60 seconds
  • Heated optics for adverse environments and weather
  • Data logger with event time and date stamping (1500 events)
  • Can be configured to alarm to individual UV or IR sources
  • Can meet NFPA 15 Ultra-High-Speed requirements (when properly configured and used in an EQP/HSDM safety system)

Technical Specifications

  • Multiple communication protocols, including 0-20 mA, relay, Modbus, HART, FDT®/DTM and Eagle Quantum Premier® (EQP) safety system
  • Diagnostic LED for local alarm and simple fault identification
  • Large capacity event log storage (1,500 events)
  • HART capable
  • Copper-free aluminum or 316 stainless steel enclosure

Demikian infonya.

 

_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

Ditulis dalam Umum. 4 Comments »