PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)


dari berbagai sumber …

PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)

Pengertian

            Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam [2].             Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel (1982) adalah :sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O dijital maupun analog [3].

Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :

1.    Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.

2.    Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.

3.    Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.  

PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan output-output. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan 0 berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian sistem yang memiliki output banyak.

Fungsi dan kegunaan PLC sangat luas. Dalam prakteknya PLC dapat dibagi secara umum dan secara khusus [4]. Secara umum fungsi PLC adalah sebagai berikut:

1.      Sekuensial Control. PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar semua step atau langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.

2.      Monitoring Plant. PLC secara terus menerus memonitor status suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut pada operator.                       

Sedangkan fungsi PLC secara khusus adalah dapat memberikan input ke CNC (Computerized Numerical Control). Beberapa PLC dapat memberikan input ke CNC untuk kepentingan pemrosesan lebih lanjut. CNC bila dibandingkan dengan PLC mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dan lebih mahal harganya. CNC biasanya dipakai untuk proses finishing, membentuk benda kerja, moulding dan sebagainya.            

Prinsip kerja sebuah PLC adalah menerima sinyal masukan proses yang dikendalikan lalu melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut sesuai dengan program yang tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan aktuator atau peralatan lainnya. 

Keuntungan dan Kerugian PLC [2][5]

            Dalam industri-industri yang ada sekarang ini, kehadiran PLC sangat dibutuhkan terutama untuk menggantikan sistem wiring atau pengkabelan yang sebelumnya masih digunakan dalam mengendalikan suatu sistem. Dengan menggunakan PLC akan diperoleh banyak keuntungan diantaranya adalah sebagai berikut:

Ø  Fleksibel

Pada masa lalu, tiap perangkat elektronik yang berbeda dikendalikan dengan pengendalinya masing-masing. Misal sepuluh mesin membutuhkan sepuluh pengendali, tetapi kini hanya dengan satu PLC kesepuluh  mesin tersebut dapat dijalankan dengan programnya masing-masing.

 Ø  Perubahan dan pengkoreksian kesalahan sistem lebih mudah

Bila salah satu sistem akan diubah atau dikoreksi maka pengubahannya hanya dilakukan pada program yang terdapat di komputer, dalam waktu yang relatif singkat, setelah itu didownload ke PLC-nya. Apabila tidak menggunakan PLC, misalnya relay maka perubahannya dilakukan dengan cara mengubah pengkabelannya. Cara ini tentunya memakan waktu yang lama.

 Ø  Jumlah kontak yang banyak

Jumlah kontak yang dimiliki oleh PLC pada masing-masing coil lebih banyak daripada kontak yang dimiliki oleh sebuah relay.

 Ø  Harganya lebih murah

PLC mampu menyederhanakan banyak pengkabelan dibandingkan dengan sebuah relay. Maka harga dari sebuah PLC lebih murah dibandingkan dengan harga beberapa buah relay yang mampu melakukan pengkabelan dengan jumlah yang sama dengan sebuah PLC. PLC mencakup relay, timers, counters, sequencers, dan berbagai fungsi lainnya.

 Ø  Pilot running

PLC yang terprogram dapat dijalankan dan dievaluasi terlebih dahulu di kantor atau laboratorium. Programnya dapat ditulis, diuji, diobserbvasi dan dimodifikasi bila memang dibutuhkan dan hal ini menghemat waktu bila dibandingkan dengan sistem relay konvensional yang diuji dengan hasil terbaik di pabrik.

 Ø  Observasi visual

Selama program dijalankan, operasi pada PLC dapat dilihat pada layar CRT. Kesalahan dari operasinya pun dapat diamati bila terjadi.

 Ø  Kecepatan operasi

Kecepatan operasi PLC lebih cepat dibandingkan dengan relay. Kecepatan PLC ditentukan dengan waktu scannya dalam satuan millisecond.

 Ø  Metode Pemrograman Ladder atau Boolean

Pemrograman PLC dapat dinyatakan dengan pemrograman ladder bagi teknisi, atau aljabar Boolean bagi programmer yang bekerja di sistem kontrol digital atau Boolean.

Ø  Sifatnya tahan uji

Solid state device lebih tahan uji dibandingkan dengan relay dan timers mekanik atau elektrik. PLC merupakan solid state device sehingga bersifat lebih tahan uji.

 Ø  Menyederhanakan komponen-komponen sistem kontrol

Dalam PLC juga terdapat counter, relay dan komponen-komponen lainnya, sehingga tidak membutuhkan komponen-komponen tersebut sebagai tambahan. Penggunaan relay membutuhkan counter, timer ataupun komponen-komponen lainnya sebagai peralatan tambahan.

 Ø  Dokumentasi

Printout dari PLC dapat langsung diperoleh dan tidak perlu melihat blueprint circuit-nya. Tidak seperti relay yang printout sirkuitnya tidak dapat diperoleh.

 Ø  Keamanan

Pengubahan pada PLC tidak dapat dilakukan kecuali PLC tidak dikunci dan diprogram. Jadi tidak ada orang yang tidak berkepentingan dapat mengubah program PLC selama PLC tersebut dikunci.

 Ø  Dapat melakukan pengubahan dengan pemrograman ulang

Karena PLC dapat diprogram ulang secara cepat, proses produksi yang bercampur dapat diselesaikan. Misal bagian B akan dijalankan tetapi bagian A masih dalam proses, maka proses pada bagian B dapat diprogram ulang dalam satuan detik.

 Ø  Penambahan rangkaian lebih cepat

Pengguna dapat menambah rangkaian pengendali sewaktu-waktu dengan cepat, tanpa memerlukan tenaga dan biaya yang besar seperti pada pengendali konvensional.

       

Selain keuntungan yang telah disebutkan di atas maka ada kerugian yang dimiliki oleh PLC, yaitu:

Ø  Teknologi yang masih baru

Pengubahan sistem kontrol lama yang menggunakan ladder atau relay ke konsep komputer PLC merupakan hal yang sulit bagi sebagian orang

 Ø  Buruk untuk aplikasi program yang tetap

Beberapa aplikasi merupakan aplikasi dengan satu fungsi. Sedangkan PLC dapat mencakup beberapa fungsi sekaligus. Pada aplikasi dengan satu fungsi jarang sekali dilakukan perubahan bahkan tidak sama sekali, sehingga penggunaan PLC pada aplikasi dengan satu fungsi akan memboroskan (biaya).

 Ø  Pertimbangan lingkungan

Dalam suatu pemrosesan, lingkungan mungkin mengalami pemanasan yang tinggi, vibrasi yang kontak langsung dengan alat-alat elektronik di dalam PLC dan hal ini bila terjadi terus menerus, mengganggu kinerja PLC sehingga tidak berfungsi optimal.

 Ø  Operasi dengan rangkaian yang tetap

Jika rangkaian pada sebuah operasi tidak diubah maka penggunaan PLC lebih mahal dibanding dengan peralatan kontrol lainnya. PLC akan menjadi lebih efektif bila program pada proses tersebut di-upgrade secara periodik.

  

Bagian-Bagian PLC

Sistem PLC terdiri dari lima bagian pokok, yaitu:

Ø  Central processing unit (CPU). Bagian ini merupakan otak atau jantung PLC, karena bagian ini merupakan bagian yang melakukan operasi / pemrosesan program yang tersimpan dalam PLC. Disamping itu CPU juga melakukan pengawasan atas semua operasional kerja PLC, transfer informasi melalui internal bus antara PLC, memory dan unit I/O.
Bagian CPU ini antara lain adalah :
q  Power Supply, power supply mengubah suplai masukan listrik menjadi suplai listrik yang sesuai dengan CPU dan seluruh komputer.
q  Alterable Memory, terdiri dari banyak bagian, intinya bagian ini berupa chip yang isinya di letakkan pada chip RAM (Random Access Memory), tetapi isinya dapat diubah dan dihapus oleh pengguna / pemrogram. Bila tidak ada supplai listrik ke CPU maka isinya akan hilang, oleh sebab itu  bagian ini disebut bersifat volatile,  tetapi ada juga bagian yang tidak bersifat volatile.
q  Fixed Memory, berisi program yang sudah diset oleh pembuat PLC, dibuat dalam bentuk chip khusus yang dinamakan ROM (Read Only Memory), dan tidak dapat diubah atau dihapus selama operasi CPU, karena itu bagian ini sering dinamakan memori non-volatile yang tidak akan terhapus isinya walaupun tidak ada listrik yang masuk ke dalam CPU. Selain itu dapat juga ditambahkan modul EEPROM atau Electrically Erasable Programmable Read Only Memory yang ditujukan untuk back up program utama RAM prosesor sehingga prosesor dapat diprogram untuk meload program EEPROM ke RAM jika program di RAM hilang atau rusak [6].
q  Processor, adalah bagian yang mengontrol supaya informasi  tetap jalan dari bagian yang satu ke bagian yang lain, bagian ini berisi rangkaian clock, sehingga masing-masing transfer informasi ke tempat lain tepat sampai pada waktunya
q  Battery Backup, umumnya CPU memiliki bagian ini. Bagian ini berfungsi menjaga agar tidak ada kehilangan program yang telah dimasukkan ke dalam RAM PLC jika catu daya ke PLC tiba-tiba terputus. 

Ø  Programmer / monitor (PM). Pemrograman dilakukan melalui keyboard sehingga alat ini dinamakan Programmer. Dengan adanya Monitor maka dapat dilihat apa yang diketik atau proses yang sedang dijalankan oleh PLC. Bentuk PM ini ada yang besar seperti PC, ada juga yang berukuran kecil yaitu hand-eld programmer dengan jendela tampilan yang kecil, dan ada juga yang berbentuk laptop. PM dihubungkan dengan CPU melalui kabel. Setelah CPU selesai diprogram maka PM tidak dipergunakan lagi untuk operasi proses PLC, sehingga bagian ini hanya dibutuhkan satu buah untuk banyak CPU.   

… (deleted)…

Ø  Modul input / output (I/O).Input merupakan bagian yang menerima sinyal elektrik dari sensor atau komponen lain dan sinyal itu dialirkan ke PLC untuk diproses. Ada banyak jenis modul input yang dapat dipilih dan jenisnya tergantung dari input yang akan digunakan. Jika input adalah limit switches dan pushbutton dapat dipilih kartu input DC. Modul input analog adalah kartu input khusus yang menggunakan ADC (Analog to Digital Conversion) dimana kartu ini digunakan untuk input yang berupa variable seperti temperatur, kecepatan, tekanan dan posisi. Pada umumnya ada 8-32 input point setiap modul inputnya. Setiap point akan ditandai sebagai alamat yang unik oleh prosesor.Output adalah bagian PLC yang menyalurkan sinyal elektrik hasil pemrosesan PLC ke peralatan output. Besaran informasi / sinyal elektrik itu dinyatakan dengan tegangan listrik antara 5 – 15 volt DC dengan informasi diluar sistem tegangan yang bervariasi antara 24 – 240 volt DC mapun AC. Kartu output biasanya mempunyai 6-32 output point dalam sebuah single module. Kartu output analog adalah tipe khusus dari modul output yang menggunakan DAC (Digital to Analog Conversion). Modul output analog dapat mengambil nilai dalam 12 bit dan mengubahnya ke dalam signal analog. Biasanya signal ini 0-10 volts DC atau 4-20 mA. Signal Analog biasanya digunakan pada peralatan seperti motor yang mengoperasikan katup dan pneumatic position control devices.Bila dibutuhkan, suatu sistem elektronik dapat ditambahkan untuk menghubungkan modul ini ke tempat yang jauh. Proses operasi sebenarnya di bawah kendali PLC mungkin saja jaraknya jauh, dapat saja ribuan meter. 

Ø 
Printer. Alat ini memungkinkan program pada CPU dapat di printout atau dicetak. Informasi yang mungkin dicetak adalah diagram ladder, status register, status dan daftar dari kondisi-kondisi yang sedang dijalankan, timing diagram dari kontak, timing diagram dari register, dan lain-lain. 

Ø  The Program Recorder / Player. 

Alat ini digunakan untuk menyimpan program dalam CPU. Pada PLC yang lama digunakan tape, sistem floopy disk. Sekarang ini PLC semakin berkembang dengan adanya hard disk yang digunakan untuk pemrograman dan perekaman. Program yang telah direkam ini nantinya akan direkam kembali ke dalam CPU apabila program aslinya hilang atau mengalami kesalahan.

 Untuk operasi yang besar, kemungkinan lain adalah menghubungkan CPU dengan komputer utama (master computer) yang biasanya digunakan pada pabrik besar atau proses yang mengkoodinasi banyak Sistem PLC .


Konsep Perancangan Sistem Kendali dengan PLC
  [7][8]

            Dalam merancang suatu sistem kendali dibutuhkan pendekatan-pendekatan sistematis dengan prosedure sebagai berikut :

1.   Rancangan Sistem Kendali

       Dalam tahapan ini si perancang harus menentukan terlebih dahulu sistem apa yang akan dikendalikan dan proses bagaimana yang akan ditempuh. Sistem yang dikendalikan dapat berupa peralatan mesin ataupun proses yang terintegrasi yang sering secara umum disebut dengan controlled system.

2.  Penentuan I/O

Pada tahap ini semua piranti masukan dan keluaran eksternal yang akan dihubungkan PLC harus ditentukan. Piranti masukan dapat berupa saklar, sensor, valve dan lain-lain sedangkan piranti keluaran dapat berupa solenoid katup elektromagnetik dan lain-lain.

3.  Perancangan Program (Program Design)

Setelah ditentukan input dan output maka dilanjutkan  dengan proses merancang program dalam bentuk ladder diagram dengan mengikuti aturan dan urutan operasi sistem kendali.

4.  Pemrograman (Programming)

5.  Menjalankan Sistem (Run The System)

Pada tahapan ini perlu dideteksi adanya kesalahan-kesalahan satu persatu (debug), dan menguji secara cermat sampai kita memastikan bahwa sistem aman untuk dijalankan.

….. bersambung ke part2

Ditulis dalam Technical. 240 Comments »

240 Tanggapan to “PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)”

  1. benyamin Says:

    dimana bisa belajar memprogram suatu plc

    • juare97 Says:

      bisa di kampus, terkadang ada yang menyelengarakan untuk umum.
      atau langsung ke agen PLC tsb.

    • zuhdi ma'sum Says:

      TRAINING KILAT PLC
      Pengenalan Programmable Logic Controller dibimbing instruktur dr praktisi industri. Mengenal 2 jenis PLC, hardware dan software. Penting bagi pemula di dunia industri, khususnya teknisi industri baik STM & Sarjana Teknik. Tempat terbatas! Minggu, 4 Nov 2012 jam 09.00-15.00 di Wisma SIER Sby. Info:085856550713.

  2. amir Says:

    apa sistem perbaru plc pada masa dan digunakan di mana??

    • juare97 Says:

      maksud pertanyaannya apa yah?

      PLC terbaru kah?
      kalau dari Allen Bradley yah Controllogix, banyak dipakai di mana saja misal Solar Turbines Compressor / Genset.

      • arif parsaulian Says:

        pak tolong gmbarin gambar dasar PLcNYA dong yg pakai oa dan and

      • juare97 Says:

        maksudnya OR dan AND yah?

        kalau pakai Ladder Diagram:
        #OR contoh programnya seperti ini:
        –| |——–( )—
        |
        –| |–
        catatan: setelah –| |– ada garis yang terhubung dari atas ke bawah, tapi di kolom comment ini tidak bisa buat garisnya.

        #AND contoh seperti ini:

        –| |——| |——–( )—-

        sedangkan kalau di Function Block Diagaram, OR dan AND tinggak pilih blok OR / AND nya saja.

  3. jejen Says:

    tolong bisa jelaskan tentang PLC FA-M3,, terima kasih

    • juare97 Says:

      wah saya blum pernah pakai.
      kalau tanya mbah google sih itu PLC buatan Yokogawa.

      http://www.yokogawa.com/itc/menu/About/itc-AboutM3-en.htm

      The FA-M3 R Range-free Multi-controller is a high-performance programmable logic controller (PLC) that combines very high processing speeds with stable control features. It has a compact design, can be configured with up to 8192 input/output points, and has numerous advanced modules that can be added on to support a wide variety of applications. With its open design, improved functions, and space-saving characteristics, the FA-M3 R decreases total cost of ownership (TCO).

  4. jejen Says:

    oke terimakasih pak

  5. Reika Says:

    mau tanya Nih pak,,,
    1 Modul Digital Output di tempat saya tiba-tiba tidak dapat bekerja/mati. Setelah 1 minggu berikutnya,modul DO yang lain tidak bisa bekerja/mati juga. di coba reset dan matikan PLC tetap tidak bisa. kenapa kira kira ?
    Mohon pencerahannya…
    PLC menggunakan S7-300,dengan Program WinCC V7

    • juare97 Says:

      coba cek diagnostik modulenya lewat softwarenya … apakah ada fault atau tidak.
      atau cari paling gampang mengecek module rusak atau tidak, adalah dengan mengganti yang baru.. :)
      kalau ternyata bekerja berarti module yang lama rusak, jika ternyata tidak bisa juga, coba cek wiringnya yang ke module ini apakah ada yang kendor atau luka lalu terkena ground/body panel atau mungkin kabel powernya putus.
      kalau ternyata bagus juga … mungkin koneksi antar modulenya ada yang rusak …
      kalau tidak salah s7-300 itu pakai semacam konektor kecil antar modulenya … (sudah rada lupa, terakhir pegang th 2005)

      mungkin tonai (http://toekangplc.com) bisa bantu … dia masih “pegang” s7 tuh …

  6. eric Says:

    nice tutory boss..
    thanxs banget….

  7. budiansyah Says:

    Salam,saya hanya teknisi pemula di suatu industri perkayuan yg belum sepenuhnya menguasai pemograman plc,tapi masih bisa merancang dan memogram plc untuk kontrol mesin yg tidak terlalu banyak isi programnya.yg jadi kendala selama ini jika ada plc dngan data intruksi dari plc OMRON mau di rubah data intruksinya ke plc LG ada beberapa data intruksi dari omron yg membingungkan dan tidak saya ketahui persamaannya pda plc LG.Mohon bantuannya.trimakasih.

    • juare97 Says:

      salam kenal juga …
      saya belum pernah pegang PLC Omron dan PLC LG … jadi maaf blum bisa bantu …

      terima kasih..

  8. yanti Says:

    Ada lagi gak pa training or pelatihan ttg PLC untuk pemula lg?dmn ya pak?

    • juare97 Says:

      saya kurang tahu .. tapi mungkin saja ada di kampus2 elektro … universitas atau poltek..
      kalau yang professional, tinggal kontak distributornya saja … biasanya ada …
      misal PLC AB, kontak transavia …

  9. Damus Says:

    Halo Pak Juni. Salam kenal.

    Saya ingin meng-design sistem Labor Efficiency Monitoring dengan menggunakan push button + PLC yang di konek ke PC. Apakah bisa dibantu pak? Kalau bapak tertarik cara kontak bapak bagaimana? Saya bersedia bayar fee. Terima kasih

    • juare97 Says:

      salam kenal juga pak …

      wah kayaknya saya blum bisa bantu pak …
      tapi kalau bapak ada yang mau ditanya, silahkan di blog sini saja …

      • Damus Says:

        Baik pak saya mengerti. Memang agak susah menjelaskan kebutuhan saya melalui blog bapak sebab saya harus pakai file Powerpoint dimana konsep design system saya dijelaskan secara detail. Juga pertanyaan2 saya bisa diluntarkan berdasarkan Powerpoint tersebut. Jika bapak punya email dimana saya bisa kirimkan file Powerpoint tersebut mungkin baru saya bisa kirimkan pertanyaan2 supaya bapak bisa memahami dasar pertanyaan2 saya. Terima kasih banyak.

    • fathoni Says:

      Push Button + PLC + PC ??? SCADA System / PLC HMI System sepertinya :)

      • juare97 Says:

        Pak Damus,
        nah mungkin mas Thoni bisa membantu. Silahkan kontak dia… :)

      • Damus Says:

        Pak Juni, saya sudah dapat konsultan dan barusan selesai dibuatkan program aplikasinya. Juga aplikasinya telah di tes dengan 16 I/O dan telah jalan. Terima kasih atas waktunya. Thanks.

      • juare97 Says:

        sama-sama pak.
        maaf tidak bisa membantu lebih banyak.

  10. Fadli Says:

    mas…ada buku2 PLC gak mas??
    saya lagi butuh buku2 PLC ni untuk bikin TA saya mas…
    apa lagi yang capiel itu lho mas…hehe
    kalo ada tolong dikirim ke email saya ea mas…makasih mas….
    jaya slalu blog nya ea..amiin

    • juare97 Says:

      terima kasih.

      untuk e-book bisa cari di google, saya pernah dapat …
      kalau Capiel itu saya ambil dari buku2 skripsi di perpustakaan kampus ..
      jadi saya tidak punya buku nya ..

  11. dadan Says:

    mas juare, punya datasheet PLC omron CP1L berbahasa indonesia? kalo ada mohon dishare.

  12. rahadi Says:

    mau tanya gimana caranya 5 buah motor (di simulasikan dg lampu) berjalan bergantian dari 1 sampai 5 dan kembali lagi dari 5 ke 1

  13. edwin Says:

    saya pernah pakai omron dan siemens. semua industri hampir semua pakai PLC. pilih industri mana yah?saya ingin yang di bandung. adakah yang ingin berpartner dengan saya? hubungi 085721122660

  14. edwin Says:

    @rahadi, Insya Allah saya bisa. kirim sms ke nomor saya diatas.

  15. edwin Says:

    @budiansyah.. butuh instruksi PLC OMRON seperti bagaimana?mungkin saya bisa bantu. DI kampus saya menggunakan PLC OMRON CP1E-NA20DR-A, 20 30 ya?lupa, :). kalo tugas akhir saya pakai CP1E-N20-DT-D.

  16. nawirbiz Says:

    makasih gan, artikel yang bermanfaat

  17. suyatno Says:

    lg cari info ni ,,,mau download software plc keyence dimana ya ?

  18. teguh Says:

    pak, saya pengen tau perbedaan pada bahasa pemrograman.. misal saya buat program dr ladder diagram dg fungsi OR. nah, kalau pada bahasa pemrograman IL,ST,FBD,SFC dengan fungsi OR jadi gimana pak? tolong dibuatkan

    • juare97 Says:

      wah blum sempat mas.
      saya buat contohnya dua saja yah..

      FB:
      Pakai block OR. Inputnya nanti di OR kan dengan Block OR ini. Hasilnya berupa Output dari OR masing2 Input.

      LD:
      buat seperti tangga (pararel). cth sbb (agak ancur dikit formatnya, ndak bisa dibuat disini):
      –| |————–( ) —-
      |
      –| |—-
      |
      –| |—-

  19. arif Says:

    ada kah pelatihan PLC untk pemula?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 124 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: