beli rockwell software


Bismillah

Sekedar sharing …

Alhamdulillah software rockwell yang ditunggu-tungu sudah datang bbrp waktu lalu.
tinggal di tes di windows 8.1 apakah nanti jalan atau tidak. Kalau baca spesifikasinya sih bisa jalan sampai di Windows 7.

Diskusi semalam dengan Rekan ICT, katanya kalau di Windows 7 bisa maka di Windows 8.1 bisa juga. Semoga saja. :)
kalaupun nanti tidak bisa nanti coba pakai Virtual Machine

Software yang kami beli adalah:

  • RSLogix5000 versi 21 –> untuk Controllogix, Compact Logix
  • RSlogix500 versi 9.0 –> untuk SLC, Micrologix
  • RSlogix5 versi 8.0 –> untuk PLC-5
  • Factory Talk View Machine Edition –> untuk HMI Panel View Plus

Software ini kami beli langsung ke Agen Rockwell Indonesia yaitu PT. Transavia Otomasi Pratama.

Rockwell Software

Rockwell Software

coba install wonderware intouch 2014 di windows 8.1


Bismillah

sekedar sharing.

Akhirnya bisa juga mencoba wonderware intouch 2014 di windows 8.1.
Awalnya gagal install karena dotnet 3.5 tidak mau terinstall, ketika di skip instalasi ini, ternyata gagal kembali di instalasi ms sql server 2012. Jadi instalasi intouchnya berhenti alias gagal.

setelah saya bawa komputernya ke ICT Helpdesk, saya diinfokan kalau dot net itu harus di enable dan dilakukan secara manual di command prompt administrator.

Setelah di enable, diulang instalasi intouch dan alhamdulillah bisa berjalan dan selesai.

Setelah itu coba tes dengan aplikasi yang dibuat di intouch 9.5.
Proses konversi tidak ada masalah.
Intouch window viewer bisa jalan.

Intouch 2014

Intouch 2014

Setelah dijalankan di view ada beberapa script yang tidak bekerja seperti send key.
Kalau lihat di help, ternyata memang perintah send key ini tidak jalan di Operating System 64 Bit.

Trus ada juga yang error aplikasi viewer saat script recipe yang di load di window trending (start up window).
setelah dihapus script tsb sistem bisa berjalan.

saat ini masih kita coba-coba lagi.

silahkan sharingnya bagi yang sudah pernah mencoba …

interview kandidat instrument engineer


Bismillah

sekedar sharing.

siang tadi kami diajak atasan untuk interview salah satu kandidat instrument engineer yang akan ditempatkan di salah satu field maintenance.

kalau baca CV nya sih cukup banyak pengalaman kandidat ini.

nah ketika pertanyaan seputar technical, mulai lah saya bertanya detail seputar instrumentasi dan control.. seperti plc, hmi, dcs, field instrumentasi, fire & gas, metering, SIL, dll.
Ada yang bisa dijawab dan ada yang tidak.

Ada kasus … ketika saya tanya bisa A, dia bilang bisa.
Pas ditanya lebih jauh ternyata dia salah jawab.
Dan ini terjadi di bbrp kali pertanyaan. Dan ada juga di CV nya dia menulis kalau dia pernah melakukannya. Harusnya sih kalau memang tidak tahu yah tidak usah berusaha bilang bisa atau yakin tahu dimana akhirnya ketika menjawab malah salah atau ngawur jawaban.
Intinya jujur saja, seperti kami dulu juga awal-awal bekerja juga tidak banyak tahu. Yah wajar saja tidak semua orang bisa menguasai banyak hal. karena ada ilmu yang didapat dari pengalaman bekerja, bukan hanya sekedar membaca.

Kami malah senang kalau kandidat tsb jujur dan terlihat ada keinginan yang kuat untuk belajar dan bisa berkembang.

Tadi malah diledekin sama teman lain kalau saya nafsu bertanyanya. Belum selesai jawab langsung dipotong dengan pertanyaan lain karena penasaran menggali lebih dalam. :)

Demikian …
Silahkan sharing teman2 yang pernah punya pengalaman menginterview orang..

Allen Bradley Product Lifecycle Status


Bismillah

sekedar sharing …

bagi yang pakai produk AB (Allen Bradley) dan ingin tahu status dari barang tersebut apakah masih active atau sudah discontinue, bisa dibuka di link berikut …

http://www.rockwellautomation.com/rockwellautomation/solutions-services/capabilities/migration-solutions/product-search/overview.page?

jika barang sudah discontinue atau obsolete berarti barang tersebut sudah tidak diproduksi lagi. Kemungkinan besar akan susah memesan di agen AB. Tapi bisa saja mencari barang stock di web atau barang bekas yang bisa kita temukan dengan mbah google. Tapi yah tidak tahu jaminannya seperti apa. Apa barang tsb masih bagus atau bagaimana.

Pernah ada kasus, barang sudah diinfokan obsolete oleh agen AB.
Trus coba di cross cek di link diatas ternyata masih berstatus active. Akhirnya kami konfirmasi ulang dan ternyata btul masih ada stock di agen AB. Kemungkinan masih ada stock di negara lain. Akhirnya segera kami pesan.

Memang mau tidak mau kita harus punya program pastikan kita selalu punya stock spare part dari peralatan kita.

Kalau peralatan itu mau obsolete, pastikan spare kita tetap ada dan pastikan ada penggantinya.
Atau buat alternatif dengan memakai peralatan lain sehingga sistem dapat bekerja.

Kalau tidak ada penggantinya lagi yah mau tidak mau kita retrofit atau upgrade sistemnya dengan sistem terbaru.

Yah sering-sering komunikasi dengan Agen/Vendor dan update wawasan kita mengenai sistem yang ada.
Terkadang masing-masing vendor sudah punya Chart Product Life Cycle. Sehingga kita bisa ancang-ancang kapan kita melakukan retrofit atau strategi lainnya.

Demikian sharingnya…
Semoga berguna …

ESD (Emergency Shutdown) System – Push Button ESD


Bismillah

Sharing …

Beberapa waktu lalu lihat-lihat Push Button ESD …

Push Button ESD ini digunakan untuk shutdown plant baik partial shutdown maupun shutdown total.

Nah sekalian buka-buka arsip lama…

#project Arthit CPP – PTTEP Thailand…

ESD nya bukan berupa push button tetapi Break Glass ditambah cover seperti Fire Manual Alarm Callpoint (MAC) .. trus di Cat warna kuning… jadi membedakan dengan Fire MAC.

Kalau Fire MACnya seperti ini…

Mirip yah …. Cuman beda warna dan ada covernya saja …

#project di Conocophillips FPSO – Belanak Natuna …

Kalau di cek website MEDCnya … ada beberapa pilihan …

http://www.coopermedc.com/products/manual-alarm-call-points

Tambahan info …

Maksud dari IP 66 dan IP 67 seperti berikut (dari wikipedia)

Kalau pengen tahu apa itu emergency shutdown system.

Bisa kita kutip dari Wikipedia …

http://en.wikipedia.org/wiki/Emergency_shutdown_system

Safety instrumented system

From Wikipedia, the free encyclopedia

(Redirected from Emergency shutdown system)

A Safety Instrumented System (SIS) consists of an engineered set of hardware and software controls which are especially used on critical process systems. A critical process system can be identified as one which, once running and an operational problem occurs, may need to be put into a “Safe State” to avoid adverse Safety, Health and Environmental(SH&E) consequences. Examples of critical processes have been common since the beginning of the Industrial Age. One of the more well known critical processes is the operation of a steam boiler. Critical parts of the process would include the lighting of the burners, controlling the level of water in the drum and controlling the steam pressure.

An SIS is engineered to perform “specific control functions” to failsafe or maintain safe operation of a process when unacceptable or dangerous conditions occur. Safety Instrumented Systems must be independent from all other control systems that control the same equipment in order to ensure SIS functionality is not compromised. SIS is composed of the same types of control elements (including sensors, logic solvers, actuators and other control equipment) as a Basic Process Control System (BPCS). However, all of the control elements in an SIS are dedicated solely to the proper functioning of the SIS.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya.