ganti ABKF2 dengan AB1784PKTXD – daisy chain DH+ — 1 Controllogix – 6 SLC – 1 HMI Intouch

beberapa hari yang lalu kami mengalami masalah lambatnya koneksi Controllogix via daisy chain DH+ ke HMI Wonderware Intouch dengan converter ABKF2. Update data bisa 2-5 detik dan terkadang suka freeze.
OPC yang dipakai adalah RSLINX.
Sedangkan untuk 6 SLC lainnya tidak ada masalah.

Akhirnya ketika kami ganti dengan 1784PKTXD (PCI Card) updatenya bisa cepat, bahkan bisa 1/2 detik …
mantap…. :)

wajar aja sih .. ABKF2 adalah konverter yang mengubah DH+ ke Serial …
sedangkan PKTX(D) adalah card khusus untuk protocol DH+.

Wonderware Intouch – 2 (dua) Layar Monitor bag.2

nah ini nampaknya sambungan dari post sebelumnya  “wonderware-intouch-2-dua-layar-monitor

Ada kebutuhan yang mengharuskan kami mengupgrade HMI Wonderware Intouch yang ada.

Sebelumnya kami pakai versi 7.1, ternyata ketika di upgrade ke versi 9.5 metode yang tadinya bisa dilakukan di 9.5 tidak bisa.

Viewer ketika di matikan dan dijalankan lagi, tampilannya tidak mau sampai 2 layar full. di layar ke-2 hanya buka sedikit saja.

ketika coba2 sudah gagal, tinggal opsinya pilih pop-up..

nah coba tanya ke trimaxindo, dapat infonya.. ternyata harus pop-up juga …

yah akhirnya mau tidak mau rubah window-window yang dilayar ke-2 menjadi pop up semua … lumayan banyak dan bosen juga :D

oh iya ada juga yang harus di rubah … di win.ini nya …

ada di user guide pdf nya … tinggal ikutin saja … tapi sih kayaknya tidak pengaruh ….

koneksi DH+ daisy chain antara controllogix – slc – intouch 7.1 via RSLINX

Hari ini kami mencoba untuk koneksi dari Controllogix, SLC dan HMI (Wonderware Intouch 7.1)  dengan protocol DH+ daisy chain.

Sebelum masuk ke HMI digunakan ABKF2 yang mengubah DH+ menjadi DF1 (serial) masuk ke COM port komputer HMI.

Ada Opsi lain yaitu pakai PCI Card AB1784PKTX. Tetapi berhubung yang existing adanya KF2, yah pakai ini dulu aja.

Untuk OPC nya digunakan RSLINX yang bisa dijadikan OPC Server (tergantung license)

Alhamdulillah bisa konek di RSLINX walaupun agak lambat. Mungkin karena jadi serial pas masuk ke HMI nya.

Awalnya sempat juga nggak bisa konek, ternyata pas kabelnya digoyang2 sama teman jadi bisa. Padahal sebelumnya sudah dipastikan koneksinya.

Setelah koneksi di RSLINX beres, koneksi ke Intouchnya sebentar saja.

coba beberapa tag, setelah muncul datanya di Intouch View …. baru lega … :)

Wonderware IOServer ABKF2 bermasalah

beberapa hari yang lalu sempat ada masalah di ABKF2 di salah satu HMI kami…

akses datanya selalu nyambung … putus … nyambung … putus … nyambung …. kayak lagunya BBB … :D

HMI ini memakai 2 layar … WinXP SP2 … Intouch 7.1
konek ke SLC via KF2 (DH+ to Serial)

lucunya ketika pakai backup yang lama yang masih pakai satu window jalan dengan baik, tetapi ketika layarnya dah mulai2 di geser ke window ke-2 dan di matikan viewernya … dan dijalankan viewernya mulai putus … nyambung …putus … nyambung … lagi …

akhirnya pas hari ke-2 …. dicoba cek address mana yang error alias kagak ada di SLC nya … lalu dibuat di SLC addressnya … tetap nggak pengaruh juga …

nah setelah itu dicek access namenya di intouch …

di delete satu2 topic name yang nggak kepakai dengan membandingkan topic name yang ada di ABKF2 …

baru pas sudah ke delete semua yang tidak ada itu … bisa berjalan … puih ….

alhamdulillah …  jadi bisa OFF duty dengan tenang ……..

yang jelas penyebab utamanya tidak tahu kenapa sempat jadi error … padahal dah sempat 1-2 bulan jalan dengan baik…

tapi maklum aja lah banyak tangan yang pegang system ini ….

yang penting dah jalan lagi … hehehehe …

adakah rekan2 yang mengalaminya …. ??

silahkan di share ….

Training – Commissioning & Maintenance Baterry Ni-Cd SAFT

beberapa hari yang lalu kami kedatangan tamu dari SAFT France (Technical Service Manager battery SAFT NIFE), SAFT Spore dan Agentnya SAFT di Indonesia (PT. Talenta Mas JKT).
kebetulan karena kita baru beli battery dari mereka dan termasuk dalam kontrak pembelian.

Orang dari SAFT Francenya orang sweden yang tinggal di Belanda.
dia memberikan training satu hari untuk commissioning dan maintenance battery.

berikut yang bisa kami dapat dari mereka (diambil dari reportnya teman electrical eng. :) )

Untuk pemasangan baru, battery nicad cadmium wajib dilakukan commissioning supaya kapasitasnya mencapai 100%, jika tidak maka capacity yang diperoleh tidak sesuai dengan name plate dari battery tersebut (misalnya hanya 80% dari Ah nominalnya).

Prosedure commissioning-nya sbb:

a. Untuk battery yang disimpan lebih dari 6 bulan :

  • Lakukan charging dengan tegangan high rate sebesar 1.65 volt /cell selama 30 jam, arus charging minimum 0.2 x Ah (contohnya yaitu 36.8 Amp untuk 184 Ah).
  • Kemudian dilakukan discharge dengan arus 0.2 x Ah sampai tegangan battery tinggal 1.1 volt/cell.
  • Kemudian charge lagi dengan tegangan high rate sebesar 1.65 volt/cell selama 24 jam atau tegangan 1.55 volt/cell selama 48 jam.
  • Selanjutnya charge dalam kondisi floating dengan setting 1.42 volt/cell untuk type SBL, atau 1.42 volt/cell untuk type SBL

Untuk battery yang disimpan kurang dari 6 bulan :

  • Lakukan charging dengan tegangan high rate sebesar 1.65 volt /cell selama 30 jam, arus charging minimum 0.2 x Ah (contohnya yaitu 36.8 Amp untuk 184 Ah).
  • Selanjutnya charge dalam kondisi floating dengan setting 1.42 volt/cell untuk type SBL, atau 1.42 volt/cell untuk type SBL

Periodic maintenance

  • Untuk cleaning battery nicad cadmium, hanya diperbolehkan menggunakan air bersih, sama sekali tidak boleh menggunakan campuran detergen atau chemical apapun.
  • Pengukuran tahanan dalam battery dan specific gravitiy untuk battery nicad cadmium tidak diperlukan, hanya penting untuk battery lead acid.
  • Wajib dilakukan pengukuran tegangan tiap cell (dalam kondisi battery terhubung dengan BC).

tambahan dari rekan lain:
Ada sedikit tambahan untuk prosedur commissioning, saat charging/discharging battery harus dilepas dari real load, dimana hal ini sulit untuk kita lakukan kecuali kita punya redundant system.

bule satu itu memang sangat menguasai produknya.

Technical Service Manager memang worthed lah.

mungkin pegangannya itu trus akhirnya jadi spesialis banget disitu.  :)

alhamdulillah dia mau share banyak sehingga kami bisa belajar banyak dari dia. :)