berhubung besok field break …. jadi off dulu postingan nya dan maaf bakalan telat bales comment nya….
kumpul sama keluarga dulu ….
sampai 2 minggu lagi ….
salam,
admin
berhubung besok field break …. jadi off dulu postingan nya dan maaf bakalan telat bales comment nya….
kumpul sama keluarga dulu ….
sampai 2 minggu lagi ….
salam,
admin
Di artikel nov th. 2007, sekilas pernah saya singgung mengenai bahasa pemrograman PLC.
Berikut saya ulas kembali dengan sedikit lebih detail.
Berdasarkan IEC-61131-3 ada 5 (lima) bahasa pemrograman PLC.
1. Ladder Diagram (LD)
o Merepresentasi relay ladder diagram listrik
o Paling banyak digunakan
o Contoh:
2. Function Block Diagram (FBD)
o Program dalam bentuk diagram block
o Mendeskripsikan hubungan atau fungsi antara beberapa input dan output
o Sangat cocok dengan banyak aplikasi yang berhubungan dengan arus informasi dan data di antara komponen kontrol.
o programmer dapat membuat prosedur kontrol yang kompleks
o Contoh:

3. Instruction List (IL)
o Sangat efektif untuk aplikasi yang kecil atau optimisasi bagian dari aplikasi
o list dari instruksi level rendah (low level instructions)
o Terdiri dari operasi-operasi yang distandardkan
o Data manipulation
o Arithmetic
o Branch instruction
o Contoh:
4. Structure Text (ST)
o Umumnya digunakan untuk prosedur yang kompleks
o Bahasa Baku untuk mendeskripsikan aksi didalam step dan kondisi di transisi dari SFC
o Tipe-tipe Statement:
- assignment
- subprogram or function call
- “C” function block call
- Selection (if, then, else, case, etc)
- Iteration (for, while, repeat, etc)
- Control (return, exit, etc)
-Special
5. Sequential Function Chart (SFC)
o Merepresentasikan set dari step-step yang dihubungkan oleh transisi-transisi.
o Aksi dalam step ini menggunakan Bahasa Structured Text (ST)
Nah yang paling banyak dipakai adalah LD (Ladder Diagram).
Semoga bisa memberikan pencerahan bagi yang baru belajar PLC.
Sumber: dari berbagai macam sumber.
—–
Artikel PLC / HMI lainnya:
http://juare97.wordpress.com/plc-hmi/
Nah ini lanjutan dari bagian 1.
Selain program sederhana start stop motor ini:
Alternatif lain bisa menggunakan instruksi Latch/UnLatch seperti berikut ini:
Kalau di simulasikan sbb:
Semoga bisa memberikan pencerahan bagi yang baru belajar PLC.
Artikel PLC / HMI lainnya:
http://juare97.wordpress.com/plc-hmi/
karena ada yang minta di artikel sebelumnya, saya coba lihat-lihat program yang saya punya.
Berhubung karena copyright jadi tidak boleh copy paste, akhirnya saya buat ulang saja sekalian belajar juga.
Berikut contoh program sederhana ladder diagram untuk Unit/Mesin menghitung Running Hours ketika Status Unit RUNNING.
Semoga bisa memberikan pencerahan.
Catatan:
Ilustrasi program yang dipakai adalah RSLogix 5000 dan disimulasikan dengan RSEmulate 5000 dari Rockwell Automation (Allen Bradley)
Artikel PLC / HMI lainnya:
http://juare97.wordpress.com/plc-hmi/
Sharing pengalaman.
Sewaktu saya kerja praktek di Tahun 2000, pembimbing saya mengajari dasar PLC Program Ladder Diagram (LD).
Dia kasih contoh program dasarnya seperti di bawah ini.
Dimana Sistem PLC Sederhana ini untuk mengontrol Motor (atau Pompa) dengan 2 buah tombol Push Button (PB) Start dan Stop untuk menjalankan Motor.
Berikut saya tambahkan uraian lebih lengkap supaya bisa lebih jelas memahaminya bagi yang baru belajar PLC ….
Tombol Start dan Stop ini adalah tipe Push Button (PB) Momentary (kalau ditekan maka akan kontak, dilepas akan balik ke posisi semula).
Berikut contoh gambar Push Button (merek: Allen Bradley):
Contoh PB yang terpasang di Pintu Panel:
Untuk memperjelas, berikut di tambahkan Wiring untuk
Input : PB Start & PB Stop dan
Output : Relay untuk ke kontaktor Motor.
Contoh ilustrasi PLC nya …
Penjelasan masing-masing instruksi:
| 1. | Input: Examine On atau biasa di sebut Normally Open (NO) |
Deenergize atau bernilai 0 (misal Saat PB Start belum ditekan, blum kontak) |
|
Energize atau bernilai 1 (misal Saat PB Start ditekan, sudah kontak) |
|
| 2. | Input: Examine Off atau biasa disebut Normally Close (NC) |
Deenergize atau bernilai 0 (misal Saat PB Stop belum ditekan, blum kontak) |
|
Energize atau bernilai 1 (misal Saat PB Stop ditekan, sudah kontak) |
|
| 3. | Output: Output Energize atau biasa disebut Coil |
Deenergize atau bernilai 0 |
|
Energize atau bernilai 1 |
Nah kalau disimulasikan sbb:
Untuk Input dan Output ini Tagnya dalam bentuk Memory Tag, setelah itu bisa dimapping dari/ke IO Tag.
(misal mapping Input dari Local:2:I.Data[0].0 ke Tag “Start”) .
Semoga bisa memberikan pencerahan bagi yang baru belajar PLC.
Catatan:
Ilustrasi program yang dipakai adalah RSLogix 5000 dan disimulasikan dengan RSEmulate 5000 dari Rockwell Automation (Allen Bradley)
Artikel PLC / HMI lainnya:
http://juare97.wordpress.com/plc-hmi/