berubahnya Surat Ijin Penggunaan DitJen MIGAS untuk peralatan ukur, surat edaran Ditjen Migas No. 5258/18.06/DMT/2016


Bismillah

Baru sempat di posting …

Acara Forum Custody Transfer SKK Migas bulan Agustus 2016 lalu, salah satu highlightnya adalah berubahnya surat ijin penggunaan DitJen Migas untuk peralatan alat ukur seperti pelat orifice, dll.
Biasanya surat ini keluar tiap tahun, sekarang menjadi 3 tahun sekali.

Berikut slide presentasinya yang bisa saya share disini.

Infonya, MIGAS konsentrasi ke KESELAMATAN dan KEHANDALAN peralatan. Sedangkan DITMET dan SKK MIGAS ke arah AKURASI peralatan.

Acara ini saya cek di google ada yang menulis juga.

Silahkan buka link berikut:

http://www.indopetronews.com/2016/08/pemerintah-akan-sederhanakan-izin-alat.html

Untuk detail teknisnya masih perlu diperjelas lagi mengingat ini akan ada efek ke perusahaan yang menggunakan jasa 3rd party atau PJIT.

Nanti disertifikasi berikutnya mudah2an sudah clear infonya.

_________________
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.

Iklan

2 Tanggapan to “berubahnya Surat Ijin Penggunaan DitJen MIGAS untuk peralatan ukur, surat edaran Ditjen Migas No. 5258/18.06/DMT/2016”

  1. deny Says:

    Assalamualaikum Pak Juni,

    saya ingin menanyakan mengenai custody gas metering.

    kondisi saat ini saya menggunakan Orifice Plate sebagai flow element nya, dimana pada dokumen tender tertulis 2×100%.
    Tapi saya membuat system hanya menggunakan 1 flow computer untuk 2 flow element (custody transfer). flow element hanya saya kalibrasi dari Dimet saja.
    menurut bapak apakah system metering yang akan saya buat bisa klasifikasikan dalam custody metering.

    Kemudian, saya ingin menanyakan mengenai persyaratan seuatu Custody Gas Metering system?

    Terimakasih,
    Wassalam,

    • juare97 Says:

      wa’alaikumsalam wr.wb.

      kalau tak salah desain kita harus dapat persetujuan dulu dari Ditjen Migas.
      Selain itu harus memakai Meter dan Perusahaan Perekayasa/Perakit yang sudah diapprove oleh Ditjen Migas.

      Setelah itu nanti ada FAT, dan mengurut surat2 Keterangan Hasil Pengujian ke DitMet dan Surat Ijin Migas.
      Untuk mudahnya desain/rekayasa & perijinan kasihkan ke kontraktornya saja pak.
      Cukup desain awal yang mengikuti AGA-3, AGA-8, API MPMS 21 dan perundangan/rekomendasi ditjen migas di indonesia seperti Base Pressure untuk Gas 14,73 psia dll, setelah itu tender.
      Biar lah kontraktor pemenangnya yang mengurus semuanya (detail desain, perijinan, FAT, sertifikasi DitMet, MIGAS, dll).

      wassalam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: