BDV (Blow Down Valve) – Pneumatic Actuator


Sudah 2 (dua) hari ini diskusi dan meeting mengenai BDV (Blow Down Valve) yang ada di salah satu plant kami…

Nah Apa sih BDV itu?

Pengertian yang saya pahami adalah valve ini bekerja apabila ada abnormal kondisi maka dia akan membuka penuh (fully open). Sedangkan dalam kondisi normal maka valve ini akan menutup.

Nah misal dalam kondisi ESD (Emergency Shutdown) maka BDV akan membuka penuh dan mengalirkan gas yang ada di line produksi dialirkan ke flare.

Nah BDV ini ada juga yang dialirkan ke Atmosphere. Misal Vent Valve setelah discharge Compressor.

Berikut ini contoh gambar P&ID nya.

BDV - Vent Valve - Vent to Atmosphere

BDV - Vent Valve - Vent to Atmosphere

Salah satu komponen BDV adalah Actuator. Actuator ini untuk menggerakkan valve sehingga valve ini bisa terbuka atau tertutup. Perjalanan dari valve terbuka atau tertutup dan sebaliknya disebut travelling.

Actuator ada yang digerakkan oleh pneumatic, electric, dan hydraulic.

Berikut gambar dari pneumatic actuator yang diambil dari produk Bettis.

Bagian dalam Bettis Actuator - Tipe CBA

Bagian dalam Bettis Actuator - Tipe CBA - Single Actuating (Spring Return)

Nah Pneumatic Actuator ini ada yang digerakkan manual dan bisa juga di buat otomatis dengan menambahkan Solenoid Valve. Umumnya Solenoid Valve ini di energize oleh 24 VDC. Bisa dihubungkan ke PLC – Module Discrete Output (DO).

Misal urutan kerjanya sbb (Tipe BDV yang dipakai adalah Fail to Open, Single Acting – Spring Return):

Dalam kondisi Normal, Logic PLC akan memerintahkan BDV tertutup. Module DO  akan mengeluarkan tegangan 24 VDC ke terminal Solenoid Valve. Solenoid Valve akan terenergize dan akan membuka supply instrument air / instrument gas ke Actuator. Ruang Chamber akan terisi tekanan dan akan mendorong spring sehingga center bar akan bergerak ke kanan. Ada mekanisme gear disana sehingga Torque Shaft akan berputar. Shaft ini terhubung dengan valve body. Sehingga ball valve akan ikut terbuka.

apabila kondisi abnormal maka Logic PLC akan deenergize Solenoid Valve (tidak ada 24 VDC di terminal Solenoid Valve). Akibatnya supply instrument gas / instrument air ke Actuator akan terhenti. Udara akan di venting keluar, tekanan berkurang di chamber dan spring akan mendorong kembali. Torque shaft akan kembali ke posisi awal.

kayaknya bakalan panjang nich, berhubung sudah malam sampai sini dulu (kapan-kapan dilengkapi) …

bersambung ….

Iklan

10 Tanggapan to “BDV (Blow Down Valve) – Pneumatic Actuator”

  1. febu antoni Says:

    alhamdulillah, dapet ilmu baru. jazakumullah Mas Juni. semoga dihitung sebagai amal jariyah. amiiin 🙂
    wassalam. fby

  2. yusuf s Says:

    senang sekali membaca artikel bapak, bagaimana cara membuat blowdown otomatis menggunakan selenait? dan tipe apa saja materialnya tks

    • juare97 Says:

      berarti yang diminta schematic drawingnya yah mas …
      salah satu contoh solenoid adalah merek maxseal .. silahkan browsing di mbah google.

      Contoh kasus BDV single acting dengan aktuator jika tidak mendapat supply air instrument maka spring yang bekerja. Jika ada udara masuk ke actuator maka akan menekan spring system ini sehingga secara mechanical akan membuka valve.

      Nah solenoid ini umumnya dienergize (diberi tegangan via PLC atau Relay) sehingga air supply bisa masuk untuk mendorong pilot three way valve misal merek versa. karena versa valve ini pilotnya ditekan maka versa ini mengalirkan air supply ke Actuator BDV.
      Umumnya air supply untuk Solenoid Valve dan Versa ini sama sumbernya (dicabang) tapi bisa saja berbeda jika ingin mendapatkan supply yang lebih besar dengan ukuran pipa ke versa nya dibesarkan.

      Jadi apabila nanti ada kebutuhan BDV membuka maka Solenoid ini di de-energize saja (via PLC atau Relay).
      Maka pilot versa tidak mendapatkan tekanan lagi sehingga versa valve ini akan memventing udara yang ada dibagian outputnya (udara diactuator).
      Sehingga karena spring sytem bisa mendorong semua udara di dalam actuator sehingga valve bergerak membuka.

      paling enak sih ada gambar dan animasinya.
      yah kira2 segini dulu …

  3. dikastalone Says:

    pak saya ada pertanyaan nie tentang bdv… kan ketika posisi normal operation maka selenoid valve akan terus dapet tegangan dari plc atau relay…yang jadi pertanyaan seberapa lama coil dapet menarik valve? kan terus terusan di energize coil ya…? soal ya pernah tiba tiba BDV buka sendiri akibat dari coil ya sudah lemah….

    • juare97 Says:

      kalau punya data reability solenoid dari manufacture akan sangat bagus.
      tapi kalau tidak ada, lihat dari historical failurenya seberapa sering dia rusak. nanti bisa direkomendasi tiap berapa tahun harus ganti.

      kalau tidak ada data diatas memang agak susah menentukan. paling PM tiap tahun di coba stroking test. Dari situ diharapkan bisa diketahui ada failure atau tidak di Valve (stuck, dll) beserta componentnya.

      • dikastalone Says:

        mkasih tanggapan ya pak…mungkin akan di coba stroking test ketika PM..buat pncegahan fail..oya di tmpat saya tegangan ya 220vac….apa sih kelebihan n kekurangn ya pak di banding 24 vdc….?

      • juare97 Says:

        kalau 220 VAC takut bahaya kesetrum .. 🙂
        tapi kayaknya sekarang sudah banyakan 24 VDC dibandingkan AC.
        Di tempat saya untuk peralatan lama dominan AC. Kalau barang baru sudah pakai 24 VDC.
        mungkin dulu DC masih susah di dapat atau mahal.

        Kalau masalah klasifikasi hazardous area misal Class I Div 2, dua-duanya sama menghasil spark. Sehingga biasanya pakai enclosure yang harus approved dipakai di hazardous area tsb. Kalau enclosure dibuka dan mau lepas kabelnya dari terminal harus hati-hati jika ada gas yang sewaktu2 muncul, bisa timbul kebakaran.

        mungkin detailnya bisa ada rekan lain yang menambahkan..

  4. juarsa k Says:

    Alhamdulillah,. jazakallahkhoir,,, atas tulisan2nya, sebagai operator selama ini saya cuma mengerti operasinya saja,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: