Upgrade Flow Computer dengan AGA-3 92 dan AGA-8 92


 

 

 

 

sekedar sharing…

Beberapa minggu ini kami disibukkan dengan commissioning Upgrading Flow Computer.

Sebelumnya kami memakai DCS Yokogawa yang didalamnya dibuatkan script perhitungan Volume Flow Rate Gas berdasarkan AGA Report No. 3 (AGA-3) Tahun 1985 dan Supercompressibility berdasarkan AGA Report No.8 (AGA-8) NX-19.

Berhubung DCS tidak masuk dalam list Flow Computer yang diijinkan oleh Ditjen Migas, maka akhirnya kami diminta untuk mengganti dengan Flow Computer lain yang sudah diijinkan.

Flow Computer yang baru ini memakai Controller KingFisher dari CSE-Semaphore yang didalamnya sudah berisi perhitungan AGA-3 Tahun 1992 dan AGA-8 Tahun 1992. Controllernya dipasang redundant sehingga apabila controller primary/utamanya error maka bisa diambil alih oleh controller secondary.

Untuk Displaynya sendiri memakai HMI buatan maple system, HMI5070NH. HMI ini dipasang di pintu panel. Layarnya widescreen dengan ukuran 7″, touchscreen tanpa keypad. Komunikasi yang dipakai ke Controller menggunakan Modbus RTU.

Panel Flow Computer

Panel Flow Computer

Panel Flow Computer

Panel Flow Computer

Disediakan pula HMI yang diletakkan di meja operator. HMI ini menggunakan Wonderware Intouch 10.1 SP2. Komunikasi yang dipakai HMI ke Kingfisher adalah Modbus RTU juga.

Proses sertifikasi yang melibatkan Ditjen Migas, BPMigas dan Ditmet berjalan dengan lancar.

Software yang digunakan sebagai pembanding adalah Co$tflow.

Untuk detail info yang berhubungan dengan uraian di atas silahkan klik link-link berikut:

#AGA = American Gas Association, www.aga.org
AGA-3: AGA Report No. 3, Orifice Metering of Natural Gas
AGA-8: AGA Report No. 8, Compressibility Factor of Natural Gas and Related Hydrocarbon Gases

# Gas flow computer @wiki

# Cse-Semaphore King Fisher

# Maple System, HMI 5070NH

# Wonderware Intouch HMI

# Modbus

# Co$tflow dari Starling Associates

Iklan

22 Tanggapan to “Upgrade Flow Computer dengan AGA-3 92 dan AGA-8 92”

  1. ratio Says:

    salam kenal pak, saya ratio

    Pak, calkulasi AGA 8 nya kenapa pakai NX-9, bukan pakai detail calculation?
    saya sedang desain metering, tapi belum paham mau pakai yang detail apa gross 1 apa gross 2, mohon pencerahannya

    terimakasih

    • juare97 Says:

      AGA-8 NX-19 yang lama mas. Yang baru sudah AGA-8 92.
      AGA-8 itu untuk supercompresibility.
      Detail itu memakai semua gas komposisi sedangkan kalau gross hanya 3 dari 4 komponen (kalau tak salah CO2, N2, SG, atau CO2, N2, HHV)
      Kalau itung2an yang pernah saya coba, pakai detail hasil flow ratenya lebih dikit aja dari gross.
      Untuk detailnya baca saja AGA-8 92. Bisa dibeli online di internet.

  2. ksatria_kambing Says:

    salam kenal pak…untuk kingfisher setahu saya produk yg digunakan adalah RTU yang bisa diisi program AGA 3 dan AGA 8, bukan dedicated flowcomp.
    Pertanyaan saya :
    1. untuk kasus kingfisher secara aspek legal apa memenuhi untuk costudy transfer???sertifikat dari migas negara manufaktur apa ada???
    2. untuk kingfisher RTU apa ada fungsi audit trail???kalau tidak berarti si operator bisa merubah parameter sesuka hati..???
    3. untuk flowcomp setahu saya dapat menyimpan data historical di memory flowcomp sendiri, untuk RTU brarti data transaksi dihitung di RTU kemudian dicopy ke database????

    pertanyaan saya segini dulu pak, terima kasih pak atas tambahan wawasannya

    • juare97 Says:

      salam kenal juga.

      berikut jawabannya:
      1. KingFisher ini sudah diapprove sama ditjen migas. Jadi sudah legal untuk digunakan. Awalnya juga kami kaget karena bentuknya seperti PLC. Tapi karena sudah menang dari proses tender yah harus kami terima.

      2. Audit Trail adanya di HMI. Jadi jika operator mengubah data bisa terrecord.

      3. Data historical disimpan di memory kingfisher sendiri. backupnya ada di HMI.

  3. Rudi Santoso Says:

    Pak Juni,,
    Saya ada masalah ketika harus tarik data dari Kingfisher ke PC untuk Ms. Excel.
    1. DDE Apa yang harus dipakai / yg sudah di aplikasikan oleh Bpk di project yg tersebut diatas ?
    2. Apakah Bpk bisa share modbus address kingfisher untuk ditampilkan di Excel.

    Mohon pencerahannya,
    Terimakasih

    • juare97 Says:

      Saya belum pakai excel tetapi karena sudah pakai wonderware maka pakai Excel pun pasti bisa.
      Kalau di kami pakai IO Server modbus sebagai opc/dde server nya maka tinggal ikutin saja metode ambil data excel via IO Server MODBUS.

      terima kasih

      • Rudi Santoso Says:

        Saya sudah pakai MBENET / Modbus Ethernet dari Wonderware.. Apakah bisa digunakan juga untuk Kingfisher ? Sebelumnya saya pakai Bristol Controlwave dan Omni.

        Terimakasih atas tanggapannya..

      • juare97 Says:

        MBENET untuk Modbus TCP/IP.
        Sedangkan ditempat kami, kingfishernya masih MODBUS yang serial. Jadi IOServernya MODBUS.

  4. Fernandus n Says:

    Pak jun,
    Mohon maaf pak kalau untuk perbedaan aga-3 dan aga-8 sendiri seperti apa pak??

    • juare97 Says:

      aga-3 itu untuk perhitungan flownya.
      sedangkan aga-8 untuk menghitung super compresability yang hasilnya nanti dipakai di salah satu perhitungan di aga-3.

      semoga membantu..

  5. teja Says:

    salam kenal pak jun
    aq mau tanya sebenarnya AGA 3 sama AGA 8 itu apa sih definisinya?? apakah berupa sofware ataw bagaimna?? dan jika metering cair/kondensat itu ada menggunakan AGA ?

    • juare97 Says:

      AGA 3/API MPMS 14.3 = Natural Gas Fluid Measurement – Concentric, Square Edged, Orifice Meters
      AGA 8/API MPMS 14.2 = Compressibility Factors of Natural Gas and Other Related Hydrocarbon Gases

      berupa laporan/standard.
      Isinya ada rumus2, perhitungan (termasuk contohnya) dan juga installation requirementnya.

  6. muhammad husni Says:

    salam kenal pak jun,
    software untuk aga 3 dan aga 8 92 itu ada yg satu paket tidak? dijual bebas tdk ? kalo iya bisa bantu saya untuk dapatkan cd nya dimana?

  7. Sugiharto Says:

    Saya ada pertanyaan bahwa produk yang akan saya supply berdasarkan standard AGA 8 sedangkan end user mempunyai standard AGA 3. Pertanyaan: 1. Apakah produk yang akan kami supply bisa dipertimbangkan? dengan catatan bahwa appikasi bukan untuk costudy / metering untuk dijual ke pihak ketiga. 2. Kalau bisa mohon alasannya kalau tidak bisa mohon juga penjelasannya. 3. Apa perbedaan mendasar dan kesamaan antara AGA3 dan AGA 8. Terima kasih Sugiharto

    • juare97 Says:

      AGA-3: AGA Report No. 3, Orifice Metering of Natural Gas
      AGA-8: AGA Report No. 8, Compressibility Factor of Natural Gas and Related Hydrocarbon Gases

      AGA-3 dipakai untuk instalasi dan perhitungan kalkulasi flow nya, input berdasarkan Pressure Upstream/Downstream, DP, Temp. Down stream, Ukuran Orifice, Ukuran pipa, dan lain-lain termasuk hasil hitungan AGA-8.
      AGA-8 untuk hitung super compressibility. Inputnya adalah gas komposisi.

      Kalau Flow Meter biasanya punya dua-duanya.
      Nah produk yang bapak jual apa yah? kok cuman AGA-8 saja?

  8. Jusman Says:

    Salam kenal pak,

    saya sedang PKL di prusahaan migas di kaltim.
    judul PKL saya berhubungan tentang pengukuran aliran Gas melalui orifice.
    pada saat saya menghitung laju aliran scara manual mnggunakan rumus AGA 3, saya di buat pusing dlm mncari nilai Fpv nya. karna salah satu parameter untuk mnghitung Fpv nya saya tdak temukan, yaitu “Supercompressibility Factornya. kalau boleh tau, rumus atau cara mendaptkan nilai Fpv nya bagaimana yah pak?

    Thanks n regards

    Jusman

    • juare97 Says:

      Salam Kenal juga.
      Udah rada-rada lupa juga sih.
      Kalau tidak salah ada di AGA-8. Silahkan baca-baca dulu AGA-8 nya yah.
      Ada interkoneksi antara AGA-8 dengan AGA-3.

      • Jusman Says:

        saya ngga punya tabel AGA 8 nya pak.
        saya uda browsing di internet, tapi ngga ada ketemu pak.

        kalo boleh tau, AGA 8 nyarinya dmn yahh pak?
        sapa tau ada link atau file ttg AGA 8.

        terima kasih pak.

      • juare97 Says:

        harus beli mas. itu standard kayak aga3. beli di internet juga

  9. ksatria_kambing Says:

    salam kenal pak,
    saya ada pengalaman, supplier gas mau pakai kingfisher tersebut, saya tau KingFisher ini sudah diapprove sama ditjen migas. namun tidak ada di direktorat metrologi. sertifikat dari migas pun sebagai peralatan di dunia migas. saya pernah telusur ke pabrikan, ternyata mereka tidak merekomendasikan sebagai alat ukur custody.

    kalau saya tidak salah, standar alat ukur custody, salah satunya ada audit trail (bawaan, bukan hmi), dan formula yg dipakai (misal aga 3, 8, gpa2172,iso6976 dll) tidak bisa dirubah oleh user (lock oleh pabrikan).

    akhirnya kami menolak penggunaan PLC kingfisher tersebut dengan argumen yang kuat, dan akhirnya supplier tersebut mengganti dengan omni

    terima kasih

    • juare97 Says:

      salam kenal mas.

      sebetulnya sih kami kaget juga, karena belum kenal dgn produk ini.
      kebetulan yang mengerjakan dept. lain.
      tapi karena sudah di approve migas yah kami tidak bisa menolak kalau ternyata dia speknya masuk.
      ini terkait dengan PTK 007.

      sejauh ini sih baik2 saja, setiap sertifikasi tahunan masuk spek dan tidak ada masalah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: