Edit program di Sistem Loadshed SLC 5/01


 

 

 

 

sekedar sharing.

kebetulan beberapa hari yang lalu ada pekerjaan penambahan annunciator Sistem Loadshed yang diminta teman ex-Electrical Eng. yang kebetulan sudah menjadi Supt. di Area tersebut.

Annunciator adalah semacam Lampu Kotak Kecil yang apabila menyala maka ada Alarm sesuai yang tertulis di kotak lampu tersebut. Selain Alarm bisa juga status. Warna lampu pun bisa diubah untuk menandakan Alarm, Shutdown atau Status. Biasanya ada beberapa buah misal 3×8 buah (24 buah) –> 3 baris, 1 barisnya ada 8 kotak lampu.

Annunciator

Annunciator

Sistem Loadshed ini memakai  PLC jenis SLC 5/01. (SLC –> PLC dari Allen Bradley (Rockwell)). SLC diedit dengan program RSLogix500. Komunikasi yang digunakan adalah DH485. jadi di laptop pakai PCMK dengan kabel spesial untuk DH485.

Bagi yang belum pernah dengar Loadshed, berikut pemahaman saya mengenai sistem loadshed ini. CMIIW.

Sistem Loadshed power plant adalah sebuah sistem pelepasan/pembagian beban di powerplant. Dimana misalkan di Power Plant tersebut ada 3 genset, tiba-tiba ada satu genset yang bermasalah dan trip maka supaya tidak mengganggu genset yang lain, misal overload (kelebihan beban) maka harus ada beban yang dibuang alias dilepas. Misalkan Listrik di kantor, & shop dimatikan, beberapa peralatan non critical dan lain sebagainya. Apabila ini tidak dilakukan maka ditakutkan akan terjadi blackout, genset mati semua dan tidak ada listrik.

Sistem Loadshed ini ada tingkatannya tergantung dari banyaknya generator dan bebannya.

Misal:

  • Loadshed 3 memutus beban Office dan beberapa peralatan non critical.
  • Loadshed 2 memutus beban peralatan non medium
  • Loadshed 1 memutus beban critical –> setelah ini yah black out,  Genset mati smua. Peralatan produksi yah mati semua. –> Hening ….🙂

saya tidak berpanjang lebar disini karena bukan keahlian saya disini.

Untuk referensi silahkan klik link berikut:
http://en.wikipedia.org/wiki/Load_shedding

Saya sudah beberapa kali lihat sekilas sistem ini, dia menggunakan SLC 5/01. Cuman saya belum pernah utak atik SLC 5/01.

Nah pas mau buat program baru sadar ternyata SLC 5/01 yang dipakai ini tidak punya keyswitch (RUN/REMOTE/PROGRAM) yang ada pada umumnya di produk AB yang sering saya lihat.

Untungnya ada rekan beri tahu bahwa kita harus Offline Download.

Biasanya sih saya jarang melakukan offline download, seringnya online langsung rubah (kalo tak salah istilahnya online changes).

Nah apa sih bedanya offline download dan online changes.

Offline download adalah processor PLC di pindah ke mode program, semua output mati. Pas download, program di download beserta tag dan value yang tersimpan. Dengan ini maka sistem harus shutdown alias tidak bisa bekerja karena semua Output mati.

Dulu pernah punya pengalaman melakukan ini ketika masih fresh grad, 1 thn kerja, semua pompa mati ketika saya melakukan offline download dan ketika sudah selesai, PLC Run kembali –> pompa-pompa langsung hidup lagi beberapa buah. Operator terheran-heran, saya di control room tenang-tenang saja. :)  Ketika Operatornya cerita saya baru sadar harusnya koordinasi dulu supaya yang di lapangan tidak kaget.

Sebetulnya ini juga bisa berefek tidak bagus juga misal pompa-pompa yang mati itu kalau hidup lagi serentak maka bisa mengakibatkan breaker trip kalau tidak mampu menahan beban kejut dari starting motor pompa. Untungnya waktu itu pompa yang hidup hanya beberapa saja. Jadi aman-aman saja. Intinya kalau mau offline download, koordinasi dengan operator atau supervisornya. Jadi mereka sudah siap.

Nah Online changes adalah processor PLC tetap mode RUN, Output tetap bekerja. Sistem tetap jalan. Yang didownload yang kita ubah saja.

Tapi yah yang ini harus hati-hati untuk sistem yang critical dapat membahayakan peralatan maupun manusia apabila programmer melakukan kesalahan. Jadi untuk sistem critical Online changes harus dipikirkan masak-masak design sebelumnya. Jangan dibikin di lapangan dan banyak perubahan logic  sehingga probabilitas programmer melakukan kesalahan jadi besar. Kalau perlu sebelumnya melakukan simulasi dulu dengan program kecil sehingga kita sudah yakin tidak beresiko. Tentunya ketika download pun kita harus sudah siap, apabila ada kesalahan langsung tekan tombol Emergency Stop.

Nah kembali lagi ke SLC 5/01. Setelah lihat-lihat programnya dan coret-coret dikertas akhirnya buat programnya setelah besoknya di tes, alhamdulillah bisa jalan. Untuk pengetesan juga tidak sembarangan, harus koordinasi dengan yang punya plant sehingga apabila ada kesalahan semua personil sudah siap harus melakukan apa.

Nah segini dulu yah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: