Teknologi Profibus vs FF (Foundation Fieldbus)


Teknologi Profibus vs FF 

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia (Migas_Indonesia@yahoogroups.com) – Juni 2003
Website:
http://www.migas-indonesia.com
  

Pertanyaan : (Yona Ariawan – Satomo Indovyl Monomer) Bisakah dijelaskan persamaan dan perbedaan antara teknologi Profibus dan Foundation Fieldbus?  

Tanggapan 1 : (Waskita Indrasutanta – Wifgasindo Dinamika) Secara umum ProfibusPA dan FF (FOUNDATION Fieldbus – nama teknologi) adalah protocol fieldbus yang berbeda, akan tetapi menggunakan Physical Layer dan Data Link Layer yang sama. Jadi keduanya menggunakan Manchester Coding pada 31.25 kbps dan cabling & accessories yang sama.  Pada awalnya kedua teknologi fieldbus dirancang mempunyai dua lapisan network yaitu H1 dan H2, akan tetapi perkembangannya menuju arah yang agak berbeda. Profibus menamakan network H1 sebagai ProfibusPA, dan lapisan network diatasnya adalah ProfibusDP dan ProfibusFMS; sedangkan FF masih menggunakan H1 dan disebut sebagai FF-H1, dan mempunyai lapisan network diatasnya yaitu FF-HSE (FOUNDATIONT Fieldbus High Speed Ethernet), dimana kedua lapisan mempunyai protocol yang sama (FF-HSE adalah FF-H1 yang di-encapsulate untuk bisa menggunakan Ethernet dengan IP, TCP dan UDP). Perbedaan mencolok dari kedua protocol tersebut terletak dimana FF lebih mementingkan factor ‘deterministism’ yang diperlukan untuk aplikasi Process Control.  Perbedaan yang mencolok lagi yaitu teknologi FF lebih memanfaatkan FF device-nya untuk menjalankan function block, sehingga kita mempunyai arsitektur FCS (Field Control System) yang membuahkan banyak fitur dan keuntungan.  Mudah-mudahan uraian singkat ini bisa memberikan gambaran. Untuk detilnya silahkan mengunjungi website Profibus International http://www.profibus.com dan Fieldbus Foundation (nama organisasi) http://www.fieldbus.org.   

Tanggapan 2 : (Nanang Suprapto – PT.Control Systems) Persamaan antara Foundation Fieldbus (FF) dgn Profibus PA (PPA) adalah:

  1. Spiritnya sama yaitu saving cable / multidroping field devices
  2. Dipakai untuk proses kontinyu (continuous process), bukan untuk proses discrete (on-off).

 Perbedaannya antara lain:
PPA: Field device baru yang berbasis Profibus PA “tidak bisa” langsung ditambahkan dalam segment Profibus PA tanpa shut down process/ control system dan tanpa konfigurasi segment terlebih dahulu.
FF: Field device baru yang berbasis Foundation Fieldbus “bisa” langsung ditambahkan dalam segment Foundation Fieldbus tanpa shut down process/ control system (plug and play, auto detection).
PPA: Pengalamatan (addressing) Profibus PA memerlukan manual hardware dan setting konfigurasi. Kesalahan dapat mengakibatkan segment Profibus PA tidak bisa bekerja.
FF: Pengalamatan (addressing) Foundation Fieldbus secara otomatis, mengurangi kesalahan orang (human error).
PPA: Profibus PA memerlukan gateway ke Profibus DP sebelum data dari Profibus PA sampai ke Control Systemnya. Sehingga menambah single point of failure dan mengurangi unjuk kerjanya. Sehingga menambah biaya, waktu engineering, kompleksitas gambar, pekerjaan konfigurasi. Sehingga menambah biaya proyek dan waktu.
FF: Foundation Fieldbus “tanpa” memerlukan gateway untuk sampai ke Control Systemnya. Sehingga biaya lebih rendah, waktu engineering lebih pendek, minimum single point of failure.
PPA: Hanya menyediakan pengendalian (control loop) sentral dari controller DCSnya.
FF: Menyediakan fleksibilas yakni bisa pengendalian (control loop) sentral di controller DCSnya, dan control di lapangan (control loop terjadi dari transmitter FF langsung ke Control valve FF dikontrol oleh PID function block yang ada di salah satu dari field devices tsb). Sehingga unjuk kerja lebih baik dan kualitas pengendaliannya lebih baik.

PPA: Memerlukan banyak message untuk mengendalikan satu control loop dibandingkan Foundation Fieldbus. Ini membatasi jumlah field devices. Secara praktis, satu Profibus PA segment bisa dihubungkan 8 field devices atau kurang. Berdasarkan info dari pemakai, 10 devices per segment waktu tunda untuk control loop agak lama dibandingkan Foundation Fieldbus. 
FF: Tidak memerlukan banyak message untuk mengendalikan satu control loop, sehingga mengutamakan deterministic factor.  Lebih banyak field devices yang dihubungkan dalam satu segment Foundation Fieldbus dari pada Profibus PA.

PPA: saat ini belum menyediakan peralatan analytical karena controllernya menghadapi lack of profile. Profile untuk devices yang didukung sering lack of paramater agar devices tsb bekerja dengan baik.
FF: sudah menyediakan analytical berbasis Foundation Fieldbus.

PPA: satu alat konfigurasi “tidak dapat” dipakai untuk mengkonfigurasi berbagai merek Profibus PA Devices. Hanya bisa mengkonfigurasi berbagai Profile. Hanya alat konfigurasi device yang disediakan oleh vendor tsb sajalah yang bisa melakukan konfigurasi spesifik parameter devicenya. Dengan kata lain, pengguna harus punya alat konfigurasi dari setiap Profibus PA devices yang ada di plant.
FF: satu alat konfigurasi bisa dipakai untuk berbagai merek Foundation Fieldbus device.

PPA: Jika anda mempunyai multiple Profibus PA segment yang dihubungkan pada link boxes, maka anda harus menghubungkan alat konfigurasinya langsung ke masing-masing segment untuk melakukan konfigurasi Profibus PA device.
FF: tidak harus menghubungkan alat konfigurasi ke masing-masing segment untuk melakukan konfigurasi Foundation Fieldbus device walaupun memakai multiple Foundation Fieldbus segment.

9 Tanggapan to “Teknologi Profibus vs FF (Foundation Fieldbus)”

  1. mukhlis Says:

    terima kasih atas keterangan yang di paparkan, kalau ada informasi tentang penggunaan controller untuk di MIGAS tolong kirimkan ya ke alamat saya (mukhlis2008@gmail.com), masalahnya saya dengar controller yang di gunakan di Pulp & Paper dengan MIGAS berbeda, contonya Honeywell,Foxboro,ABB, supaya bisa masuk MIGAS he..he.. mana tau bisa kesampain. thanks ya

  2. juare97 Says:

    hehehe … cuman copy paste aja … buat dokumentasi ….

  3. juare97 Says:

    mau masuk ke MIGAS …. kayaknya kalo anda sudah mengerti DCS, PLC dan Field Instrument …. insyaAllah bisa saja … selama memang sudah rejekinya 🙂

    lah anak baru aja bisa masuk ….
    selain faktor skill, terkadang ada juga faktor lain ..
    misal alumni (koncoisme), atau kebetulan user lagi butuh cepat dan ndak ada saingan diatas skill kita … dan banyak hal lainnya ….

    ujung2nya rejeki juga tuh ….

  4. tian Says:

    mas, bisa minta tolong penjelasan khusus tentang fieldbus protocol dalam industrial data communication ga??
    sya butuh referensi bwt tugas..

    • juare97 Says:

      coba aja goggling di internet mas….

      atau coba baca:
      ISA Standard, Recommended Practices, and Technical Reports
      Digital Fieldbus, Computer Related Topics, and Plant Floor Communication
      Volume VII, Published 1999

      smoga bisa membantu …

  5. Habibi Maliq (@HabibiMaliq) Says:

    maaf, mohon bantu utk bisa menjelaskan mengenai profibus DP yang dihubungkan dg kabel fiber optik..bgm konfigurasi nya dan cara kerjanya…
    terimakasih dan maaf kalo keluar dr tema..

  6. marlan Says:

    Mohon penjelasannya boss bagai mana cara mengatasi problem seperti yang saya tulis dibawah ini karena saya baru pemula.mohon Penjelasannya.

    Instrument Tag Number xxxxx
    1. PCS Address 0xED Data Sheet Address 0xE7
    2. PCS Address 0xEC Data Sheet Address ????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: