akhirnya sampe juga di arthit field

setelah perjalanan hampir seharian dari dermaga songkhla …

akhirnya sampai juga di arthit field ….

nampak dari kapal, arthit complex sudah komplit …. sudah terpasang CPP dan bridge penghubung ….

arhit complex

Ditulis dalam General. Leave a Comment »

(Electrical) Standard 50 Hz untuk Electrical Equipment/Device di Indonesia

diambil dari diskusi di milis migas indonesia ….

—–

Re: (Electrical) Standard 50 Hz untuk Electrical Equipment/Device di Indonesia 

Posted by: “Machmud Riyadh” machmudr@yahoo.com   machmudr

Wed Dec 19, 2007 11:08 am (PST)

Pak Ary,Seperti yg di bilang Pak Arief sebelumnya mengenai awareness kita terhadap local regulasi, dan informasi dari Pak Trisworo :…
Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor : 05 K/30/Mem/2003 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia 04-1922-2002 Mengenai Frekuensi Standar Khusus Untuk Frekuensi Sistem Arus Bolak Balik Fase Tunggal Dan Fase Tiga 50 Hertz Sebagai Standar Wajib.Saya pikir lebih bijak untuk memasukkan kebutuhan 50 Hz didalam spec Project, kecuali ada justifikasi yg kuat untuk menggunakan spec yg lain. Hal in ikarena kalo melihat KepMen tsb. pada tahun 2020, semua peralatan electrical di Indonesia diwajibkan menggunakan 50 Hz. Tentu saja perkecualian terhadap pemberlakuan Kepmen ini ada, tapi saya pikir mengikuti local regulasi sebisa mungkin adalah keputusan sederhana yg smart.

Soal ngganti ini-itu saya setuju sama sampeyan dan memang lebih mudah upgrade sendiri, yg tentu saja dg memperhatikan dan menguji peralatan itu terlebih dahulu sebelum dipakai di field… hehehe…

Machmud

—– Original Message —-
From: Ary Retmono <aretmono@unocal. com>
To: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, December 19, 2007 2:08:14 AM
Subject: RE: [Oil&Gas] (Electrical) Standard 50 Hz untuk Electrical Equipment/Device di Indonesia??

Mas Machmud, seingat saya tidak ada requirement MIGAS agar pakai 50 atu 60Hz. Pemilihan itu sebenarnya sak suka2e engineer listrik yg mendisain facility dan yg empunya facility. Kalau mereka cukup pandai bisa melihat ke depan, maka dia akan pakai yg 50Hz saja. Soalé, kalau mau ngganti ini-itunya tinggal nyari di Glodok atau di Pasar Kenari barangnya sdh ketemu, ketimbang untuk sekedar ngganti trafo arus sak upil, atau voltmeter kudu berlama-lama impor dari Kalipornia.

Salam Together,
Ary Retmono

—–Original Message—–
From: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com [mailto:Migas_ Indonesia@ yahoogroups. com] On Behalf Of Machmud Riyadh
Sent: Tuesday, December 18, 2007 11:24 PM
To: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com
Subject: Re: [Oil&Gas] (Electrical) Standard 50 Hz untuk Electrical Equipment/Device di Indonesia??

Bapak2,
Saya masih belum begitu jelas dg requirement Migas di Indonesia mengenai hal ini. Yg saya maksudkan adalah peralatan (equipment) seperti generator, motor, pump, dsb. yg digunakan di fasilitas oil/gas. Powernya sudah jelas diambil dari pembangkit sendiri (generator) yg terletak di dalam atau di sekitar fasilitas tsb. Jadi apakah itu juga harus di buat 50 Hz? Apakah ada requirement dari MIGAS, misalnya, untuk menggunakan peralatan dg spec frekuensi seperti itu?

Untuk peralatan yg menggunakan PLN sebagai electrical powernya, saya sudah cukup jelas dan mau nggak mau kita hatus mengikuti spec electrical powernya PLN.

Terima kasih banyak sebelumnya.. .

Machmud
—– Original Message —-
From: Bus Duct <artonpower@ yahoo. com>
To: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, December 18, 2007 5:29:12 AM
Subject: Re: [Oil&Gas] (Electrical) Standard 50 Hz untuk Electrical Equipment/Device di Indonesia??

Peralatan yg harus mengikuti sourcenya… .
karena PLN mengadopsi IEC standard yg punya 50Hz, maka di Indonesia pakai standard 50Hz..
oleh sebab itu kalo beli peralatan ya, harus di sesuaikan di tempat dimana peralatan tersebut mau di pakai…
Nggak tahu kenapa PLN memilih frekuensi 50Hz (IEC standard) apa karena alasan teknikal atau karena memang dulu bekas di jajah Belanda.

Setahu saya semua Industri yg dekat dengan jaringan PLN di haruskan mengambil power dari PLN, selain punya pembangkit sendiri…
mungkin teman2 di PLN atau di Industri yg ngambil power dari PLN bisa sharing…

Nah masalahnya, kalo itu perusahaan Oil & Gas dan bikin plantnya itu di tengah Hutan dan jauh dari PLN…
apa mau membangun jalur distribusi dari PLN…..
Tentu lebih memilih membangun pembangkit sendiri, yg kehandalannya bisa di jamin….

Kalau bicara kenapa Eropa(IEC) pakai 50Hz dan US(ANSI) pakai 60Hz, kita bisa baca dari artikel menarik di bawah…
- “E.L. Owen, “Mill Creek #1-A HistoricalMilestone ,” IEEE Industry Application, vol. 3, May/June 1997,pp.12-20
- “Ed Owen( General Electric-Schenectad y) in the History Section of the IEEE Industry Application Magazine, Vol. 3, No.6, Dec. 1997.

Dari artikel diatas menyebutkan bahwa Asal muasal frekuensi 50Hz maupun 60Hz ini adalah karena masalah light flicker. karena jenis fixture lampu yg di gunakan di Eropa dan di US beda maka metode solusinya pun beda…
Pada tahun 1891Westinghouse memilih 60Hz sebagai frekuensinya. ..dan pada tahun yg sama pula AEG di Berlin memilih 50Hz sebagai standar frekuensinya.
Di US sendiri waktu itu masih ada yg pakai 50Hz yaitu GE, namun karena persaingan dgn Westinghouse akhirnya sekitar tahun 1894 GE merubah frekuensinya jadi 60Hz.

Ada kasus menarik terjadi di Jepang yang mana di negara ini mempunyai dua frekuensi 50Hz dan 60Hz.
di daerah Eastern (Tokyo dan sekitarnya) memakai 50Hz, sedangkan di daerah Western(Kyoto, Osaka dan sekitarnya )memakai 60Hz.
menurut asal muasalnya karena beda aliran di masa2 kekaisaran Jepang.
Akhirnya ada masalah dimana transportasi kereta(Japan Railway/JR) seperti Shinkansen, dari Tokyo sampai Osaka melalui daerah dgn frekuensi yg berbeda.
sehingga di daerah Nagoya di pasang Converter…

Mohon maaf kalo ada yg salah mohon koreksinya.. .

Salam,
@rton

—– Original Message —-
From: Erwin Firyadi <erwin.firyadi@ kpi.co.id>
To: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, December 18, 2007 9:04:55 AM
Subject: Re: [Oil&Gas] (Electrical) Standard 50 Hz untuk Electrical Equipment/Device di Indonesia??

Bukannya pemilihan frekwensi tersebut dipengaruhi oleh peralatan yang digunakan termasuk pembangkit listriknya pak?seingat saya kalau alat tersebut produk dari US tentu berbeda dengan yang dari jepang atau eropa. Kalau di indonesia kebanyakan pakai 50 Hz mungkin agar bisa menyamakan dengan frekwensi PLN yang memang 50 Hz. Karena kebanyakan industri berbasis PLN.

Atau rekan yang lain bis menambahkan perbedaan penggunaan frekwensi ini baik kelebihan maupun kelamahannya.

Erwin Firyadi

———— ——— ——— ——— ——— ——— -
Portal Industri : http://www.migas-indonesia.com  No E-mail (Web) : Migas_Indonesia-nomail@yahoogroups.com
Daily Digest : Migas_Indonesia-digest@yahoogroups.com
Individual Mail : Migas_Indonesia-normal@yahoogroups.com
Administrator : Migas_Indonesia-owner@yahoogroups.com
Mirror : http://groups.google.com/group/Migas-Indonesia-Google
HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
———— ——— ——— ——— ——— ——— -

idul adha di laut

nasib… nasib ….

idul adha di laut …….  nggak shalat ied dan makan ketupat+rendang dan makan sate kambing/sapi …. serta kumpul sama keluarga …  :’(

kapalnya balik lagi ke tengah laut ….

kembali terombang ambing lagi deh ….. 

Ditulis dalam General. Leave a Comment »

balik ke dermaga lagi

berhubung cuaca kurang bersahabat dan di field blum diinstall juga decknya  … akhirnya kami balik lagi ke dermaga ….

sekalian jemput bacth berikutnya … dan istirahat karena sudah beberapa hari terombang ambing di lautan ….

balik ke darat lagi 

jadinya kami jalan2 ke pasar terdekat …. sekalian olahraga …. lumayan bs jalan kaki 1 1/2 jam bolak balik ….

pasar terdekat tidak begitu rame … banyak warung yang tutup … mungkin daerah ini masih sepi ….

toko yang paling laris adalah toko handphone karena banyak teman2 yang beli sim card dan voucher disini …. dan juga money changer …. buat tukar dollar sing ke bath …

ada sim card dengan gambar artisnya yang cute banget nich … sampe2 gw photo brosurnya dan jadi desktop di komputer gw …. :)

dan cari di google juga …. tapi cuman nemu gambar kecil aja di websitenya ….

twin sim card 
 

selain ke pasar juga iseng2 jalan lebih jauh dikit … setelah itu balik ke kapal … sambil kalo nemu background yang bagus tak lupa photo2 …. :)

di jalanan

Ditulis dalam General. Leave a Comment »

di MV Beta

di atas MV Beta

setelah beberapa hari di MV Beta …. tak terasa ….. masih blum muntah juga …. huehehehehe …. diluar dugaan ….

alhamdulillah …..

sedangkan ada beberapa teman lain yang sudah mual2 … bahkan dah ada yang sakit dan di angkut ke rumah sakit …

akhirnya mengalami juga bagaimana kehidupan di dalam kapal …. terombang ambing di lautan ….

mudah2an cukup sekali ini aja ….. masih enak kerja di darat euy ….

bosen bisa ke mall …. lah kalo disini …. cuman puter2 di dalam kapal aja ……

untung ada internet dan telpon satelit …. plus gw bawa komputer kantor sendiri … jadinya masih ada kesibukan……

plus makan2nya terjamin …..

kayaknya bakalan naik kolesterol dan gula darah gw ….. :D

sempat juga kemarin … dapurnya kebakaran ….

awalnya gw kira denger alarm cuman latihan doang (fire drill) …. eh nggak tahunya pas kumpul di muster point … lihat asap banyak dari cerobong galley …. lumayan resah juga ….. bukan knapa2 …. takut hape dan digicam gw bakalan rusak kalo gw nyebur ke laut …..  :)

alhamdulillah … apinya bs dipadamkan ….. jadi akhirnya yah sekalian fire drill juga …. dikasih instruksi apa2 yang harus dilakukan …. seperti ambil T-Card yang tertulis nama kita …. trus ambil Life Vest …. trus berbaris sesuai dengan Life Boat Nomor kita yang sudah diassign ketika kita naik kapal pertama kali …  dan di absen …..  untuk mengetahui ada yang ketinggalan ….

yang kasihan yang dikamar mandi …. yah harus buru2 menyelesaikan hajatnya ….  apalagi ternyata keluar dari pintu sudah tebal asapnya …..

ada yang nggak pake baju juga …. :)

yah mudah2an nanti nggak ada masalah sampai kerjaan beres …. amien ….

alarm kebakaran … kumpul di muster point 

Ditulis dalam General. Leave a Comment »